Pemkab Koltim Salurkan Ratusan Ton Beras

KOLTIM, RUBRIKSATU.com – Dalam upaya mengantisipasi dan mengatasi potensi krisis pangan, serta untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas beras, Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) telah melaksanakan penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah tahap II September-Oktober 2023, Rabu (20/9/2023.

Tentunya, penyaluran bantuan beras pemerintah tahap kedua ini dilakukan guna memastikan kelangsungan bantuan pangan kepada masyarakat.

Plt. Bupati Koltim, Abdul Azis, mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pelepasan penyaluran bantuan beras cadangan pemerintah. Penyaluran bantuan beras ini adalah bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, dengan tujuan mengurangi beban biaya hidup bagi penerima bantuan.

Untuk memastikan kelancaran penyaluran, Abdul Azis menghimbau kepada seluruh OPD terkait, forkopinda, camat, lurah, kepala desa, dan semua jajaran di tingkat bawah untuk mengambil langkah taktis agar bantuan dapat segera sampai kepada keluarga penerima manfaat sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Jadi total beras yang akan disalurkan mencapai 126,24 ton dan akan diberikan secara bertahap kepada 12.624 kepala keluarga yang tersebar di seluruh kecamatan Koltim. Untuk contoh, di Kecamatan Tirawuta, sebanyak 19,12 ton beras akan disalurkan kepada 1.920 kepala keluarga. Setiap keluarga akan menerima bantuan sebanyak 10 kg beras setiap bulan selama 3 bulan berturut-turut,” ungkapnya.

Abdul Azis menyatakan bahwa penyaluran beras gratis ini dimulai pada tanggal 20 hingga 25 September 2023. Dia berharap bantuan beras ini dapat membantu mengurangi kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat akibat lonjakan harga beras yang masih tinggi.

Bupati juga menekankan, beras yang disalurkan melalui Bulog memiliki kualitas yang baik, telah melalui proses pengecekan kualitas di gudang Bulog sebelumnya. Ini merupakan langkah konkret Pemkab Koltim untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas pangan di wilayah tersebut.

Laporan Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *