KONAWE, rubriksatu.com – Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dimanfaatkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe untuk menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak dan kesejahteraan buruh.
Peringatan yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026 tersebut menjadi refleksi atas peran penting pekerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menyampaikan bahwa buruh memiliki posisi strategis sebagai penggerak roda perekonomian sekaligus pilar produktivitas.
“Buruh adalah elemen penting dalam pembangunan. Mereka bukan hanya tenaga kerja, tetapi juga mitra strategis dalam mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD Konawe berkomitmen untuk terus hadir bersama para pekerja dalam menciptakan hubungan industrial yang adil, inklusif, dan sejahtera. Menurutnya, penghormatan terhadap hak dan martabat buruh harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan ketenagakerjaan.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD juga menyatakan siap mengawal dan memperjuangkan aspirasi buruh secara berkelanjutan.
“Komitmen ini bukan hal baru. Dari periode ke periode, pimpinan dan anggota DPRD Konawe telah terlibat langsung dalam memperjuangkan aspirasi pekerja,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam sejumlah aksi yang melibatkan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Nasional dan Serikat Pekerja Tenaga Kerja, berbagai tuntutan disuarakan kepada perusahaan seperti PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel.
Tuntutan tersebut meliputi percepatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), penolakan terhadap upah murah, penolakan sistem penilaian dalam kenaikan upah, hingga penolakan mutasi karyawan ke PT Gunbuster Nickel Industry di Morowali Utara.
DPRD Konawe menegaskan akan terus berperan sebagai jembatan antara buruh dan perusahaan guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.
Melalui momentum May Day ini, DPRD berharap kesejahteraan pekerja semakin menjadi perhatian utama dalam pembangunan daerah, seiring dengan meningkatnya kontribusi buruh terhadap pertumbuhan ekonomi.
Editor Redaksi






