KENDARI, rubriksatu.com – Dugaan tindak pidana pelecehan terhadap anak yang melibatkan seorang oknum prajurit TNI mencuat di Sulawesi Tenggara. Ironisnya, di tengah proses pemeriksaan internal, terduga pelaku justru dilaporkan melarikan diri.
Komandan Kodim 1417 Kendari, Kolonel Arm Danny AP Girsang, membenarkan bahwa salah satu personelnya, Sertu MB, tengah diperiksa atas dugaan melakukan pelecehan terhadap seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, dan diperkirakan berlangsung pada pertengahan April 2026.
Menurut Danny, hasil pemeriksaan awal di tingkat satuan menunjukkan bahwa terduga pelaku telah memberikan keterangan dan mengakui perbuatannya. Namun, hingga kini proses tersebut masih terbatas pada pemeriksaan internal dan belum memasuki tahap penyidikan resmi oleh Detasemen Polisi Militer.
“Yang bersangkutan sudah dimintai keterangan awal dan mengakui perbuatannya, namun ini masih tahap pemeriksaan internal,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kecepatan dan ketegasan penanganan kasus, terlebih mengingat korban merupakan anak di bawah umur.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui adanya tindakan tidak pantas terhadap korban. Namun, pihak Kodim belum dapat memastikan frekuensi kejadian. Dugaan adanya hubungan kekerabatan antara pelaku dan korban turut memperkuat indikasi bahwa peristiwa tersebut bisa terjadi lebih dari satu kali.
“Frekuensi kejadian masih kami dalami. Ada kemungkinan lebih dari satu kali,” tambahnya.
Kasus ini seharusnya segera berlanjut ke proses hukum formal. Namun fakta bahwa pelaku justru melarikan diri saat proses pemeriksaan berlangsung menjadi sorotan tajam terhadap pengawasan internal.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses hukum dan menimbulkan kesan lemahnya pengendalian terhadap personel yang terlibat dalam perkara serius.
Saat ini, Kodim 1417 Kendari mengaku tengah melakukan pengejaran intensif terhadap terduga pelaku. Penanganan kasus selanjutnya akan dilimpahkan ke Denpom untuk diproses sesuai hukum militer.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi institusi dalam memastikan penegakan hukum berjalan transparan dan berpihak pada perlindungan korban, terutama anak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih terus melakukan pendalaman dan pencarian terhadap terduga pelaku.
Editor Redaksi






