KENDARI, rubriksatu.com – Banjir merendam permukiman warga di Kelurahan Lepo-Lepo, tepatnya di Jalan H La Muse, Lorong Wanggu, RT 13/RW 06, sejak 8 Mei 2026.
Akibat tingginya genangan air, warga terpaksa mengungsi ke Masjid At Taubah yang berada di lorong tersebut.
Dari pantauan di lapangan Sabtu (9/5/2026) warga mulai mengamankan barang-barang mereka ke lokasi pengungsian. Sejumlah perlengkapan rumah tangga seperti sprei, perlengkapan dapur, hingga pakaian tampak diangkut ke dalam masjid untuk menghindari kerusakan akibat banjir.
Saat ini, ketinggian air dilaporkan telah mencapai lutut orang dewasa dan masih menggenangi area permukiman warga.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga memilih bertahan di tempat pengungsian sambil menunggu air surut.
Salah seorang warga, Mas Suji, mengatakan saat ini warga sangat membutuhkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan selama berada di pengungsian.
“Sekarang warga sudah banyak mengungsi di masjid karena air terus naik. Yang dibutuhkan saat ini selimut, pakaian, dan makanan,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan memberikan bantuan serta melakukan penanganan agar kondisi banjir tidak semakin parah.
Editor Redaksi












