KONAWE, rubriksatu.com – Dinamika pemerintahan di Kabupaten Konawe tengah menjadi sorotan publik setelah tiga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas mengundurkan diri dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.
Fenomena ini memicu pertanyaan terkait stabilitas internal organisasi perangkat daerah (OPD), mengingat mundurnya para pejabat terjadi hanya dalam rentang sepekan.
Pejabat pertama yang mengundurkan diri adalah Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Konawe, Ni Ketut Santi Rahayu. Ia disebut mengundurkan diri dengan alasan kesehatan.
Posisi tersebut kemudian diisi oleh Andriansyah Abunawas sebagai Plt. Namun, belum genap sepekan menjabat, Andriansyah juga dikabarkan mundur dari jabatan yang baru diembannya.
Di waktu yang hampir bersamaan, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Konawe, Kusnawati Malaka, turut mengajukan pengunduran diri.
Rentetan pengunduran diri ini menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mempertanyakan apakah terdapat persoalan internal yang lebih kompleks di balik mundurnya para pejabat tersebut secara beruntun.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe, Suparjo, memberikan klarifikasi bahwa masing-masing pengunduran diri memiliki alasan yang berbeda dan bersifat personal.
Menurutnya, Plt Kepala Dinas Perindag, Kusnawati Malaka, mundur karena telah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP).
“Dalam suratnya, yang bersangkutan menyampaikan alasan memasuki masa pensiun sekaligus memberi ruang bagi ASN lain untuk mengisi jabatan tersebut,” ujar Suparjo, Senin (6/4/2026).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata, Andriansyah Abunawas, mengundurkan diri karena alasan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Yang bersangkutan dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan intensif,” tambahnya.
Meski demikian, pengunduran diri beruntun dalam waktu singkat tetap menjadi perhatian publik, terutama terkait kesinambungan pelayanan dan jalannya program di masing-masing OPD.
Hingga saat ini, posisi yang ditinggalkan ketiga pejabat tersebut masih belum terisi.
“Untuk sementara masih kosong, belum ada penunjukan pejabat pengganti,” pungkas Suparjo.
Editor Redaksi











