KENDARI, rubriksatu.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara, H. Yusran Akbar, S.T., menegaskan komitmen kuat partainya agar kehadiran politik tidak sekadar menikmati potensi sumber daya daerah, melainkan memastikan kekayaan alam tersebut benar-benar dinikmati dan menyejahterakan rakyat kecil.
Penegasan tersebut disampaikan Yusran dalam pidato sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulawesi Tenggara masa bakti 2026–2031 yang berlangsung meriah di Hotel Claro, Kendari, Selasa (6/10/2026).
Mengawali sambutannya dengan salam lintas agama, Yusran membakar semangat ribuan kader yang hadir dengan pantun jenaka yang menyapa para tamu kehormatan, termasuk jajaran pengurus pusat dan kepala daerah. Namun, di balik gaya penyampaiannya yang komunikatif, ia menyampaikan pesan politik yang tajam dan sarat keberpihakan sosial.
Ia mengingatkan, tolok ukur kemajuan suatu daerah bukan sekadar diukur dari besarnya angka investasi tambang, perkebunan, atau sektor kelautan semata, melainkan sejauh mana kekayaan itu mampu mengangkat taraf hidup petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
“Masih ada petani yang membutuhkan kepastian pasar, masih ada nelayan yang membutuhkan peralatan, dan UMKM yang butuh perhatian. Selama itu masih ada, maka pekerjaan kami belum selesai,” tegas Yusran.
Di hadapan Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, beserta jajaran pengurus pusat, Yusran memastikan bahwa seluruh kader PAN di Sulawesi Tenggara tegak lurus dalam satu komando. Ia menginstruksikan seluruh pimpinan DPD di 17 kabupaten/kota untuk memperkuat soliditas serta merespons cepat setiap aspirasi masyarakat, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Pada kesempatan yang sama, DPW PAN Sultra secara resmi mendeklarasikan dukungan penuh terhadap berbagai program prioritas nasional, mulai dari swasembada pangan, Koperasi Desa Berdikari, Kampung Nelayan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, hingga penguatan rantai pasok berbasis korporasi tani.
Yusran turut memaparkan capaian konkret di sektor kelautan regional. Program Kampung Nelayan Merah Putih di Sulawesi Tenggara kini telah terealisasi di empat titik strategis—salah satunya di Kabupaten Konawe—yang bahkan telah diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan.
“Alhamdulillah, untuk tahun 2025 dan 2026, kampung nelayan kami sudah ada empat titik,” ungkapnya.
Menutup pidato perdananya, Yusran membangkitkan optimisme menyongsong kontestasi politik mendatang. Ia mengingatkan bahwa kemenangan pada Pemilu 2029 tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras nyata dan konsistensi menjaga kepercayaan masyarakat setiap hari.
“Bersama PAN satu komando, partai pilihan PAN aja dulu,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah seluruh kader dan simpatisan yang memadati ruang pelantikan.
Editor Redaksi












