KONSEL, rubriksatu.com – Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari bersama tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang saat beraktivitas di kawasan kebun Desa Andoolo, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara.
Korban diketahui bernama Tani (45), warga Dusun III Desa Andoolo. Hingga Selasa (2/6/2026), atau hari kedua sejak laporan diterima KPP Kendari, korban masih belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S melalui Humas KPP Kendari, Wahyudi, mengatakan Tim Rescue KPP Kendari bersama unsur SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hilangnya korban.
Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran sungai, kawasan perkebunan sawit, serta area sekitar kebun tempat korban terakhir kali terlihat.
Selain itu, tim juga mengerahkan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban dari udara.
“Tim SAR juga mengerahkan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban dari udara,” ujar Wahyudi.
Namun hingga pukul 16.30 WITA, upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan belum membuahkan hasil.
Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (3/6/2026) mulai pukul 07.00 WITA.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban terakhir kali terlihat pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu, anggota keluarga yang mengantarkan makanan masih mendapati korban berada di kebunnya untuk mencari kemiri.
Korban kemudian menyampaikan kepada keluarganya bahwa dirinya akan melanjutkan aktivitas mencari tali resam yang biasa digunakan sebagai bahan anyaman di sekitar kawasan kebun.
Namun saat keluarga kembali mendatangi lokasi sekitar pukul 15.00 WITA, korban sudah tidak berada di tempat. Yang ditemukan hanya tumpukan kemiri hasil yang sebelumnya berhasil dikumpulkan korban.
Keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak menemukan keberadaan korban. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang sehingga dilakukan operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Hingga saat ini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan.
Editor Redaksi












