Kristian Tandabioh Perkuat Peran Musrenbang sebagai Arah APBD Konawe

KONAWE, rubriksatu.com – Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Kristian Tandabioh, S.H., M.AP., menegaskan komitmennya memperkuat peran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai fondasi utama arah pembangunan daerah.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Musrenbang tingkat kecamatan yang meliputi Tongauna, Tongauna Utara, dan Abuki, Senin (26/1/2026).

Forum perencanaan tersebut menjadi ruang strategis bagi DPRD untuk memastikan aspirasi masyarakat desa dan kelurahan benar-benar terakomodir dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hingga pembahasan APBD Konawe.

Menurut Kristian, Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan instrumen resmi negara dalam merumuskan prioritas pembangunan. Karena itu, ia menekankan pentingnya keseriusan semua pihak dalam mengikuti proses tersebut.

“Musrenbang adalah perintah undang-undang dan menjadi salah satu dasar lahirnya APBD. Di sinilah arah pembangunan Konawe ditentukan,” ujar Kristian.

Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan perhatian pada dinamika yang kerap terjadi dalam proses perencanaan, khususnya tumpang tindih usulan desa serta belum optimalnya keterlibatan perangkat daerah teknis. Kristian menilai, kehadiran langsung OPD sangat penting agar usulan masyarakat dapat diverifikasi sejak awal.

“Bappeda mencatat, tetapi OPD teknis yang mengeksekusi. Karena itu, kehadiran OPD dalam Musrenbang akan membuat perencanaan lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Kristian turut mengajak pemerintah desa dan kelurahan agar tetap aktif menyampaikan aspirasi, meski selama ini masih ada anggapan bahwa Musrenbang kurang berdampak nyata. Ia menegaskan bahwa justru melalui forum ini posisi desa menjadi lebih kuat dalam perencanaan pembangunan.

“Kalau desa tidak hadir, maka suaranya tidak tercatat. Musrenbang harus kita jaga sebagai ruang resmi memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat, Kristian memastikan DPRD Konawe akan mengawal setiap usulan prioritas yang lahir dari Musrenbang agar mendapat ruang dalam pembahasan anggaran daerah. Ia juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara DPRD, pemerintah daerah, OPD, serta pemerintah desa.

“DPRD siap mengawal aspirasi masyarakat. Yang penting semua data usulan desa disampaikan secara terbuka agar dapat kami perjuangkan dalam pembahasan anggaran,” ungkapnya.

Di akhir kegiatan, Kristian menyampaikan harapan agar pola perencanaan pembangunan Konawe ke depan semakin partisipatif, transparan, dan berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Jika semua pihak bekerja bersama, saya yakin pembangunan Konawe akan lebih merata dan berkeadilan,” pungkasnya.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *