KENDARI, rubriksatu.com – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kota Kendari menyampaikan keprihatinannya atas antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kendari dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena tersebut dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat, memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan, serta menimbulkan keresahan akibat sulitnya memperoleh bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite.
Ketua Umum HIPPMAKOT Kota Kendari mengatakan pemerintah, PT Pertamina, dan aparat penegak hukum perlu segera memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab antrean panjang yang terjadi.
Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui kondisi riil distribusi maupun ketersediaan BBM agar tidak memunculkan berbagai spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami meminta Pertamina bersama instansi terkait menyampaikan secara transparan apakah antrean ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi, berkurangnya stok, meningkatnya konsumsi masyarakat, atau terdapat faktor lain yang menyebabkan pasokan BBM terganggu,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Selain meminta keterbukaan informasi, HIPPMAKOT juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam tata niaga BBM.
Menurut organisasi tersebut, dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM harus diusut secara profesional berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.
HIPPMAKOT menilai apabila terdapat pihak yang sengaja memanfaatkan kondisi kelangkaan BBM demi memperoleh keuntungan pribadi maupun kelompok, maka tindakan tersebut harus ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan karena berpotensi merugikan masyarakat luas.
Selain itu, HIPPMAKOT meminta Pemerintah Kota Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta PT Pertamina meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM di seluruh SPBU agar penyaluran berjalan tepat sasaran, adil, dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
HIPPMAKOT menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab antrean panjang serta langkah konkret pemerintah dalam menjamin ketersediaan BBM.
Organisasi itu juga menyatakan akan mempertimbangkan langkah lanjutan berupa audiensi maupun penyampaian aspirasi apabila dalam waktu dekat belum ada penjelasan resmi maupun solusi konkret dari pihak-pihak terkait.
“BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat. Negara wajib menjamin distribusi yang adil, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan rakyat,” tegas Ketua Umum HIPPMAKOT Kota Kendari.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari PT Pertamina, BPH Migas, maupun pemerintah terkait penyebab antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Kota Kendari.
Editor Reaksi






