BOMBANA, rubriksatu.com – Jajaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melakukan kunjungan ke Kampung Adat Hukaea Laea, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Kamis (2/7/2026), untuk meninjau kesiapan destinasi wisata budaya yang diproyeksikan menjadi salah satu tujuan kunjungan peserta Sail to Indonesia 2026.
Rombongan dipimpin Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pariwisata RI, Franky, didampingi Ketua Organizer Sail to Indonesia, Raymond Timotius Lesmana. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana Andi Astri As’ad, Staf Ahli Hukum Bupati Bombana Deddy Fan Alva Slamet, Sekretaris Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Sarwana Amir, serta Kasubag Perencanaan Ridwan Nurdin.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Kampung Adat Hukaea Laea, Mansur Lababa, bersama masyarakat adat melalui prosesi penyambutan khas Suku Moronene yang hingga kini masih terus dilestarikan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Sail to Indonesia 2026. Kabupaten Bombana menjadi satu dari empat daerah di Sulawesi Tenggara yang akan disinggahi para peserta, bersama Kabupaten Wakatobi, Buton Selatan, dan Muna Barat.
Kepala Kampung Adat Hukaea Laea, Mansur Lababa, mengatakan kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan kampung adat sebagai salah satu destinasi wisata budaya yang akan diperkenalkan kepada wisatawan mancanegara.
“Kunjungan ini untuk memastikan keberadaan masyarakat adat Hukaea Laea sekaligus meninjau potensi wisata yang dimiliki. Rencananya, pada akhir Agustus 2026 akan ada wisatawan mancanegara yang kembali berkunjung ke kampung adat ini,” jelasnya.
Menurut Mansur, daya tarik utama Kampung Adat Hukaea Laea terletak pada keaslian budaya Moronene yang masih dipertahankan hingga kini, termasuk tradisi Montewehi Wonua dan Mewusoi, yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Dalam agenda Sail to Indonesia 2026, sekitar 60 kapal layar dari 60 negara dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Ferry Bombana pada akhir Agustus mendatang. Para peserta merupakan pelaut dan wisatawan internasional yang berkeliling dunia menggunakan kapal layar untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata, termasuk Indonesia.
Selama berada di Bombana, para peserta akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, seperti penangkaran rusa, kawasan konservasi anoa di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, serta berbagai objek wisata alam dan budaya lainnya, termasuk Kampung Adat Hukaea Laea.
Sebagai bagian dari persiapan tersebut, masyarakat adat Hukaea Laea juga akan mempersiapkan penyambutan budaya bagi para tamu mancanegara. Selain prosesi penyambutan adat, wisatawan nantinya akan diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat Moronene, rumah adat, tradisi Montewehi Wonua dan Mewusoi, serta kearifan lokal yang hingga kini tetap terjaga.
Editor Redaksi






