Kabut Asap Kepung Unaaha

KONAWE, rubriksatu.com – Kabut asap yang menyelimuti kawasan perkotaan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe pun memperkuat langkah antisipasi untuk mencegah dampak buruk polusi udara terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan awak media pada Selasa (13/10/2026), kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Unaaha. Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama terkait potensi gangguan kesehatan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Konawe, Yones, S.E., M.M., mengatakan pihaknya berencana membagikan masker kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, Dinkes Konawe telah mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) agar meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien dengan gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara.

“Saya sudah mengeluarkan surat imbauan ke seluruh Puskesmas untuk menyiapkan peralatan serta obat-obatan yang berkaitan dengan dampak polusi udara, seperti penyakit ISPA,” kata Yones saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (13/10/2026).

Kabut asap juga terlihat di sepanjang jalan Inolobunggadue menuju Kantor Bupati Konawe, Selasa (13/10/2026).

Dirinya meminta seluruh kepala Puskesmas memastikan ketersediaan masker yang dapat dibagikan kepada masyarakat, khususnya warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

Menurut Yones, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar potensi gangguan kesehatan dapat ditangani dengan cepat dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

“Jangan nanti ada KLB baru bergerak, kita tidak seperti itu,” tegasnya.

Tak hanya menyiapkan masker, Dinkes Konawe juga menekankan pentingnya kesiapan logistik medis dan nonmedis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Setiap Puskesmas diminta memastikan ketersediaan tabung oksigen beserta cadangannya, termasuk memeriksa kondisi regulator agar dapat berfungsi dengan baik saat dibutuhkan.

Penggunaan selang oksigen atau kanul hidung juga harus memperhatikan standar keselamatan pasien. Setiap pasien wajib menggunakan selang atau kanul tersendiri dan tidak boleh menggunakannya secara bergantian dengan pasien lain.

Selain peralatan medis, ketersediaan masker dan obat-obatan juga menjadi perhatian. Persediaan tersebut mencakup obat untuk menangani gangguan pernapasan seperti asma, obat antiradang, antialergi, mukolitik, antibiotik, serta obat lain sesuai indikasi dan kebutuhan medis pasien.

Yones turut meminta seluruh kepala Puskesmas memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan lintas sektor terkait untuk memantau perkembangan kondisi udara serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Melalui langkah tersebut, Dinkes Konawe berharap seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat memberikan penanganan secara cepat dan tepat apabila ditemukan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Di sisi lain, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Warga juga disarankan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan pernapasan.

Hingga kini, penyebab dan tingkat pencemaran udara yang menyelimuti Unaaha belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, pemantauan kualitas udara dan penelusuran sumber kabut asap menjadi penting untuk mendukung langkah penanganan yang lebih tepat.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *