KENDARI, rubriksatu.com — Upaya menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama sejumlah instansi terkait.
Salah satunya melalui Pekan Sultra Lomba Kreativitas Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) 2026 yang digelar di Aula Dhalas Polda Sultra, Rabu (30/9/2026).
Mengusung tema “Membangun Generasi Emas 2045 yang Selamat dan Tertib Berlalu Lintas”, kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi anak-anak untuk mengenal keselamatan berlalu lintas melalui metode yang kreatif dan sesuai dengan usia mereka.
Sebanyak 18 Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Kendari ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Para peserta didampingi kepala sekolah, guru TK/PAUD, serta orang tua masing-masing.
Kegiatan turut dihadiri Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol Dr. Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua Penggerak SALUD Sultra Dr. Ir. Haryati, S.T., M.T., Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sultra, Kepala BPTD Kelas II Sultra, serta Ketua Kumpulan TK se-Kota Kendari.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan laporan Ketua Penggerak SALUD Sultra, sambutan Dirlantas Polda Sultra, penampilan Polisi Cilik (Pocil) Polresta Kendari, hingga lomba kreativitas para peserta.
Ketua Penggerak SALUD Sultra, Dr. Ir. Haryati, S.T., M.T., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak.
Menurutnya, gerakan SALUD Sultra telah berjalan selama tujuh tahun.
Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan mengenai aturan lalu lintas, tetapi juga membangun kebiasaan dan karakter anak agar memiliki kesadaran terhadap keselamatan sejak dini.
Ia berharap peserta SALUD dapat menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing, terutama dengan menerapkan kebiasaan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga pesan keselamatan tidak berhenti di ruang kegiatan.
Sementara itu, Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol Dr. Argowiyono memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan SALUD Sultra serta dukungan para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang terlibat.
Menurutnya, pengenalan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini merupakan bagian penting dalam membentuk karakter anak.
Anak-anak, kata dia, perlu dibiasakan mengenal keselamatan, kedisiplinan, dan ketertiban sejak dini agar nilai tersebut dapat terbawa hingga dewasa.
“Harapan kita sederhana, bagaimana anak mengenal keselamatan hari ini, membiasakan diri untuk selalu menjaga keselamatan esok hari, dan ketika dewasa, keselamatan tersebut sudah menjadi bagian penting dalam dirinya,” ungkap Argowiyono.
Ia menambahkan, pembangunan Generasi Emas Indonesia 2045 tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan dan kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan karakter disiplin, tertib, dan memiliki kesadaran terhadap keselamatan.
Karena itu, edukasi keselamatan lalu lintas perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan sekolah, keluarga, kepolisian, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pesan keselamatan dalam kegiatan tersebut dikemas melalui berbagai aktivitas yang menarik bagi anak-anak.
Penampilan Polisi Cilik Polresta Kendari menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta. Mereka memperagakan kedisiplinan sekaligus mengenalkan sejumlah aturan dasar lalu lintas.
Setelah itu, peserta dari 18 TK mengikuti lomba kreativitas SALUD dengan menampilkan berbagai bentuk edukasi keselamatan berlalu lintas sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.
Pendekatan tersebut membuat edukasi keselamatan tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga melalui pengalaman dan kreativitas anak.
Melalui kegiatan SALUD, kepolisian bersama instansi terkait berharap kesadaran keselamatan berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan sejak dini.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “Jaga Bumi Anoa”, dengan membangun generasi Sulawesi Tenggara yang disiplin, tertib, dan memiliki kesadaran terhadap keselamatan di jalan.
Sinergi antara kepolisian, instansi terkait, tenaga pendidik, dan orang tua diharapkan terus diperkuat agar pendidikan keselamatan berlalu lintas dapat dilakukan secara konsisten, demi menyiapkan generasi yang selamat dan tertib menuju Indonesia Emas 2045.
Editor Redaksi







