Dituding Berbau dan Ada Tikus, SPPG Wonggeduku Buka Suara

KONAWE, rubriksatu.com — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonggeduku memberikan klarifikasi terkait sejumlah informasi yang muncul setelah inspeksi mendadak (sidak) anggota DPRD Konawe di dapur SPPG Wonggeduku.

Kepala SPPG Wonggeduku, Rifda, menjelaskan bau yang disebut tercium saat sidak berasal dari proses pembersihan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sedang dilakukan pihaknya.

Menurut Rifda, pembersihan IPAL tersebut merupakan bagian dari kegiatan general cleaning rutin yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kelayakan fasilitas operasional SPPG.

“Pada hari Rabu, 23 September 2026, pihak kami melakukan pembersihan IPAL karena merupakan bagian dari general cleaning. Sehingga bau dari IPAL yang sedang dibersihkan masih tercium sampai ke dalam dapur,” jelas Rifda.

Ia menegaskan proses pembersihan dilakukan saat dapur tidak sedang beroperasi. Langkah tersebut dimaksudkan agar kegiatan pembersihan tidak mengganggu aktivitas pengolahan dan pelayanan makanan.

Selain persoalan bau, SPPG Wonggeduku juga menanggapi informasi mengenai adanya tikus yang disebut terlihat saat sidak. Rifda mengatakan pihaknya belum dapat memastikan informasi tersebut.

“Kami belum bisa memastikan kebenarannya, karena sejauh ini kami tidak pernah mendapati hal tersebut. Dengan demikian, pemberitaan mengenai adanya tikus tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya,” tegasnya.

Pihak SPPG Wonggeduku menyatakan tetap berkomitmen menerapkan standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait kebersihan dan sanitasi lingkungan dapur.

Menurut Rifda, general cleaning dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari upaya menjaga standar kebersihan fasilitas.

“Kami selalu menerapkan SOP SPPG, menjaga kebersihan dapur, dan rutin melakukan general cleaning setiap bulan. Sebagaimana arahan pimpinan BGN, penerapan SOP dan menjaga kebersihan merupakan hal utama dan penting dalam pelaksanaan operasional SPPG,” katanya.

SPPG Wonggeduku menegaskan aspek kebersihan, sanitasi, dan penerapan SOP menjadi bagian penting dalam kegiatan operasional dapur.

Pihak SPPG juga memastikan pelaksanaan SOP dilakukan sesuai petunjuk Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami pastikan pelaksanaan SOP dapur berjalan sesuai petunjuk dari BGN, terlebih lagi PIC atau penanggung jawab kami adalah anak anggota DPRD Konawe,” tukasnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan SPPG Wonggeduku sebagai penjelasan atas kondisi yang ditemukan saat sidak, terutama mengenai bau yang menurut pihak pengelola berasal dari proses pembersihan IPAL.

Sementara terkait keberadaan tikus, pihak SPPG menyatakan belum dapat memastikan informasi tersebut karena mengaku tidak pernah menemukan kondisi serupa sebelumnya.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI