KONAWE, rubriksatu.com – SMA Negeri 1 Unaaha menggelar kegiatan pentas seni tingkat sekolah pada Jumat (22/5/2026) di halaman SMAN 1 Unaaha. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas dan bakat seni yang dimiliki.
Pentas seni ini diinisiasi oleh guru mata pelajaran Seni Budaya sebagai tugas akhir peserta didik kelas X dan XI dalam materi Manajemen Pertunjukan Seni.
Seluruh siswa kelas X dan XI turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari tari tradisional, musikalisasi puisi, tarik suara, drama cerita pendek, hingga vokal grup.
Kegiatan pentas seni tersebut juga menjadi agenda rutin sekolah yang dilaksanakan setiap akhir semester.
Plt. Kepala SMAN 1 Unaaha, Risman, S.Pd., M.M., mengatakan kegiatan seni tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga bagian dari upaya membangun karakter serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap budaya dan seni.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap kita semua dapat semakin mencintai dan melestarikan budaya bangsa, serta mengembangkan nilai-nilai keindahan dan kehalusan budi pekerti,” ujar Risman.
Dikesempatan tersebut ia juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa yang tampil agar percaya diri dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik mereka di atas panggung.
“Bagi seluruh siswa yang akan tampil, saya ucapkan selamat berjuang, tunjukkan kemampuan terbaik kalian, dan nikmati setiap momen panggung ini. Hasil karya yang dipersembahkan hari ini menjadi kebanggaan bagi sekolah, orang tua, dan kita semua,” katanya.
Menurutnya, pergelaran seni yang ditampilkan para siswa merupakan hasil dari proses belajar, kerja keras, kedisiplinan, serta bimbingan para guru pembina.
“Di balik setiap tarian, nyanyian, permainan musik, maupun pementasan yang disajikan, ada semangat belajar luar biasa dari para siswa dan bimbingan penuh kesabaran dari para guru,” tambahnya.
Perlu diketahui, kegiatan tersebut juga terintegrasi dengan sejumlah mata pelajaran, yakni Seni Budaya konsentrasi tari dan musik serta Bahasa Indonesia.
Adapun guru pembina yang terlibat dalam kegiatan tersebut di antaranya Guru Seni Budaya Guyung Febrian Maranai, S.Pd.Gr, Siti Rostini, S.Pd, serta Guru Bahasa Indonesia Dra. Marlia.
Laporan Asman









