KONSEL, rubriksatu.com – Kondisi Jembatan Rawa Aopa di Jalan Poros Motaha–Lambuya, Desa Pewutaa, Kecamatan Angata, kini berada di ambang membahayakan keselamatan publik. Bahu jalan di sisi jembatan dilaporkan amblas parah hingga membentuk lubang besar, membuat akses menyempit dan berisiko tinggi bagi setiap kendaraan yang melintas.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan tidak lagi bersifat ringan. Struktur di sisi jembatan tampak tergerus, sementara badan jalan nyaris kehilangan penopang. Dalam kondisi seperti ini, potensi kecelakaan bukan lagi kemungkinan, melainkan tinggal menunggu waktu.
Insiden kendaraan yang terperosok di lokasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa ancaman sudah di depan mata. Ironisnya, jalur ini merupakan akses vital yang digunakan masyarakat setiap hari.
Lebih memprihatinkan, jembatan tersebut diketahui belum lama diperbaiki. Namun, alih-alih bertahan, kondisi infrastruktur justru kembali rusak dalam waktu singkat. Hal ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan, perencanaan teknis, hingga pengawasan proyek yang diduga lemah.
“Ini sudah sangat membahayakan. Jalan masuk jembatan hampir terputus di bagian samping. Kalau dibiarkan, tinggal tunggu korban berikutnya,” tegas Ryan Hardikal dari Aliansi Rakyat Desa Pewutaa.
Kondisi ini tidak hanya mencerminkan kerusakan fisik semata, tetapi juga menjadi indikator lemahnya tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur publik. Proyek yang seharusnya menjamin keselamatan justru berubah menjadi ancaman bagi masyarakat.
Merespons situasi tersebut, warga bersama Aliansi Rakyat Desa Pewutaa berencana melakukan aksi solidaritas sebagai bentuk desakan kepada pemerintah agar segera turun tangan.
Mereka menuntut langkah konkret, mulai dari perbaikan total jembatan, penanganan darurat untuk mencegah kecelakaan lanjutan, hingga evaluasi menyeluruh terhadap proyek perbaikan sebelumnya.
Tak hanya itu, warga juga mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait atas kondisi yang dinilai membahayakan ini.
Editor Redaksi












