KONAWE, rubriksatu.com – Kepanikan mendadak melanda puluhan orang tua siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Konawe, Selasa (3/2/2026). Mereka berbondong-bondong mendatangi sekolah setelah menerima telepon dari nomor tak dikenal yang mengabarkan anak mereka mengalami kecelakaan jatuh dari lantai dua gedung sekolah.
Kabar tersebut menyebar secara berantai dengan pola dan narasi yang sama, memicu kepanikan massal di kalangan orang tua. Sejumlah orang tua mengaku panik dan cemas karena penelepon menyebut kondisi anak mereka kritis dan sedang dirawat di rumah sakit.
Kapolsek Unaaha, IPTU La Ode Anti, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, sekitar pukul 09.30 Wita, puluhan orang tua siswa mendatangi MTsN 1 Konawe untuk memastikan kebenaran informasi yang mereka terima. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan histeris.
“Beberapa orang tua siswa menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal, yang menginformasikan bahwa anaknya mengalami kecelakaan jatuh dari lantai dua sekolah dan sedang dirawat di rumah sakit. Hal itu membuat para orang tua panik dan langsung datang ke sekolah,” jelas IPTU La Ode Anti.
Setelah dilakukan penelusuran, polisi memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan modus penipuan. Pelaku tidak hanya menyebarkan kabar bohong, tetapi juga berupaya memanfaatkan situasi panik untuk meminta sejumlah uang kepada korban.
“Setelah menelepon, ujung-ujungnya pelaku meminta uang dengan alasan biaya pengobatan anak yang katanya sedang dirawat di rumah sakit,” ungkap Kapolsek.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Unaaha turun langsung ke lokasi sekolah untuk menenangkan para orang tua serta memberikan imbauan agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.
Polisi mengingatkan agar setiap menerima kabar darurat, orang tua terlebih dahulu melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah atau kepolisian, serta segera memblokir nomor tak dikenal.
Pihak kepolisian menduga, nomor telepon orang tua siswa diperoleh pelaku dari grup WhatsApp sekolah, yang kemudian dimanfaatkan sebagai celah untuk melakukan aksi penipuan.
“Kami sudah mengarahkan pihak sekolah untuk menonaktifkan grup WhatsApp orang tua siswa dan membuat grup baru dengan pengamanan yang lebih ketat,” jelas La Ode Anti.
Dalam peristiwa tersebut, tidak dilaporkan adanya korban maupun kerugian materiil. Situasi di lingkungan MTsN 1 Konawe kini telah kembali kondusif.
La Ode Anti kembali menegaskan agar masyarakat, khususnya orang tua siswa, tidak mudah terpancing kabar darurat yang disampaikan melalui telepon, serta selalu melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan.
Editor Redaksi













