BOMBANA, rubriksatu.com — Persoalan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), LPG hingga keterbatasan jaringan listrik untuk pengairan sawah menjadi keluhan utama petani Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana.
Keluhan tersebut disampaikan langsung masyarakat kepada Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.I.K., CPHR., dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar di Kantor Desa Lantari, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas pertanian di tengah kondisi kemarau.
Turut hadir KBO Binmas Polres Bombana IPTU Muh. Amin, S.H., Kapolsek Lantari Jaya IPTU Prasetyo Nento, S.H., M.H., CPM., Kepala Desa Lantari Ovi Asrofi, S.Sos., Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan sekitar 50 warga.
Dalam dialog tersebut, sejumlah petani mengungkapkan kesulitan mendapatkan BBM dan LPG yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pengairan sawah.
Persoalan tersebut semakin dirasakan di tengah kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air untuk lahan pertanian.
Tak hanya BBM dan LPG, warga juga berharap jaringan listrik dapat menjangkau kawasan persawahan. Kehadiran jaringan listrik dinilai dapat menjadi alternatif bagi petani untuk memenuhi kebutuhan penyedotan air, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala BPP Kecamatan Lantari Jaya Edi Winoto menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Kabupaten Bombana memiliki program penanaman jagung dengan luasan mencapai 10.000 hektare.
Program tersebut diharapkan dapat membantu petani melalui dukungan bibit maupun alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Untuk kebutuhan BBM, BPP juga menyediakan rekomendasi BBM bersubsidi sebanyak 10 liter per orang bagi petani.
Kapolres Bombana AKBP Irwandhy Idrus mengatakan, persoalan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan koordinasi lintas sektor.
Untuk mendukung kesejahteraan petani, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan Bulog Bombana, termasuk berkaitan dengan upaya agar hasil pertanian masyarakat dapat terserap dengan harga jual yang layak.
“Jumat Curhat ini merupakan sarana bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Kapolres.
Selain persoalan pertanian, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di tengah kondisi kemarau.
Warga diminta tidak melakukan pembakaran sembarangan saat membuka lahan karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Kapolres juga mengajak masyarakat bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Warga diminta segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Lantari Jaya apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara terkait kebutuhan listrik di kawasan persawahan, Kapolres menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak PLN Kabupaten Bombana agar aspirasi masyarakat Desa Lantari tersebut dapat mendapat perhatian.
Kegiatan Jumat Curhat tersebut menjadi wadah komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat. Berbagai persoalan yang muncul diharapkan tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Bagi petani Lantari, kebutuhan BBM, LPG, air dan listrik bukan sekadar persoalan fasilitas, melainkan berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas pertanian mereka di tengah tekanan musim kemarau.
Editor Redaksi






