KONAWE, rubriksatu.com – Isu pertanian dan masa depan sektor agraris Kabupaten Konawe menjadi topik utama dalam kunjungan silaturahmi Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe, Kamis (5/2/2026).
Rombongan ISMPI yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lakidende, Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Universitas Sembilan Belas November (USN), serta Universitas Cokroaminoto Palopo diterima langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, S.Si, didampingi Anggota DPRD Konawe Rafiq Sepdian Poseno, S.T., yang mewakili Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, S.Pd., M.M.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti posisi strategis Konawe sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung padi Sulawesi Tenggara, sekaligus mempertanyakan peran DPRD dalam mengawal kebijakan pertanian serta arah diversifikasi komoditas unggulan daerah.
Salah satu perwakilan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lakidende secara kritis mempertanyakan apakah Konawe akan terus berfokus pada sektor pertanian padi semata.
“Konawe dikenal sebagai lumbung padi. Namun kami ingin mengetahui sejauh mana fungsi pengawasan DPRD, serta apakah ke depan Konawe hanya akan bergantung pada satu komoditas pertanian saja,” ujar perwakilan mahasiswa tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, S.Si, menegaskan bahwa Konawe tidak hanya mengandalkan padi sebagai komoditas utama. Menurutnya, daerah ini juga memiliki potensi besar di sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Dedy menekankan bahwa pengembangan sektor perkebunan harus dilakukan secara berimbang dan berkelanjutan, tanpa mengesampingkan aspek lingkungan serta kepentingan masyarakat lokal.
Ia menyebut sektor perkebunan diproyeksikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru. Namun demikian, DPRD tetap menaruh perhatian serius terhadap pengawasan perusahaan perkebunan.
“Pengawasan menjadi hal penting agar perusahaan mematuhi regulasi, termasuk kewajiban kemitraan dengan petani lokal serta pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan,” terang Dedy.
Lebih lanjut, Dedy memaparkan bahwa DPRD Konawe terus menguatkan perannya dalam meneguhkan posisi daerah sebagai penyangga pangan utama di Sulawesi Tenggara. Predikat lumbung padi, kata dia, bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga melalui kebijakan yang berpihak kepada petani.
Dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan, DPRD secara konsisten mengawal berbagai program pertanian agar tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana pertanian, penguatan jaringan irigasi, bantuan bibit unggul, hingga dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) terus menjadi fokus yang kami perjuangkan,” jelasnya.
Sinergi antara DPRD dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe disebut menjadi kunci dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi. Melalui perencanaan anggaran yang terarah, Pemda didorong untuk memastikan keberlanjutan lahan pertanian produktif serta melindungi petani dari ancaman alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Tak hanya berhenti pada peningkatan produksi, DPRD Konawe juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan distribusi dan pemasaran hasil panen. Ketergantungan petani terhadap tengkulak dinilai masih menjadi persoalan klasik yang membutuhkan solusi konkret.
“Karena itu, DPRD mendorong penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), koperasi tani, serta pembukaan akses pasar yang lebih adil agar petani memperoleh harga jual yang layak,” ucap Dedy.
Ke depan, DPRD Konawe bersama Pemda berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor guna menjadikan Konawe tidak hanya sebagai lumbung padi, tetapi juga sebagai daerah agraris yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
“Dengan kebijakan yang tepat dan keberpihakan yang kuat terhadap petani, Konawe diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sekretaris DPC Gerindra Konawe.
Editor Redaksi







