JAKARTA, rubriksatu.com – Kementerian Koperasi dan UKM terus melakukan pembenahan strategis dalam rangka penguatan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi. Salah satu fokus utama perubahan tersebut adalah transformasi strategi komunikasi agar lebih efektif menjangkau kalangan Milenial dan Generasi Z.
Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono saat menerima kunjungan organisasi perusahaan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Kantor Kementerian Koperasi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu petang (21/1/2026).
Ferry menyatakan optimistis generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pelaku ekonomi tangguh melalui penguatan peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional.
“Pada 2026 ini Kementerian Koperasi melakukan sejumlah perubahan strategi, salah satunya strategi komunikasi. Kami ingin menyasar Milenial dan Gen Z agar koperasi menjadi pilihan sekaligus ruang aktualisasi ekonomi generasi muda,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional sekaligus menjadi wadah penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.
“Koperasi Merah Putih didesain sebagai instrumen ekonomi baru yang produktif, berorientasi bisnis, dan mampu menyerap tenaga kerja secara masif,” kata Ferry, yang juga menjabat Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Seiring transformasi komunikasi, Kementerian Koperasi juga mendorong percepatan digitalisasi koperasi. Transformasi ini diarahkan untuk menghadirkan sistem data koperasi yang lebih dinamis, komprehensif, dan terintegrasi.
“Kami ingin bertransformasi dari data statis menjadi data yang utuh dan real time. Selama ini laporan koperasi sebatas Rapat Anggota Tahunan, namun belum menggambarkan aktivitas koperasi secara menyeluruh,” jelasnya.
Melalui pembenahan tersebut, Ferry berharap koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sosial-ekonomi, tetapi berkembang menjadi badan usaha yang profesional, berorientasi profit, serta memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Untuk mendukung transformasi ini, Kementerian Koperasi juga memperkuat kelembagaan melalui validasi organisasi, penambahan sekitar 800 pegawai, serta peningkatan status Kementerian Koperasi menjadi kementerian Kelompok II.
Selain itu, Kementerian Koperasi tengah memfinalisasi Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang Sistem Perkoperasian Nasional sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Di bidang pengembangan SDM, Kementerian Koperasi menyiapkan Badan Layanan Umum (BLU) pendidikan dengan menggandeng Ikopin University di Jatinangor, Sumedang, guna mencetak kader koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami juga telah menandatangani MoU dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ke depan akan ada mata kuliah dasar koperasi dan ekonomi Pancasila di perguruan tinggi, serta program KKN untuk mendukung Koperasi Merah Putih,” ungkap Ferry.
Tak hanya itu, peran Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga dioptimalkan dalam pembiayaan koperasi, sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry turut memaparkan perkembangan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan sarana pendukung Koperasi Merah Putih sebagaimana diatur dalam Inpres Nomor 17 Tahun 2025.
“Data hari ini menunjukkan terdapat 47 ribu titik lahan siap bangun. Sebanyak 27 ribu bangunan fisik sedang dalam proses pembangunan. Kami menargetkan Maret hingga April 2026 sekitar 25 ribu sampai 30 ribu bangunan selesai dan siap beroperasi,” jelasnya.
Ia menargetkan hingga akhir 2026 pembangunan sekitar 80 ribu gerai, gudang, dan sarana pendukung Koperasi Merah Putih dapat rampung sepenuhnya.
“Tugas ini tidak ringan. Namun sesuai arahan Presiden, koperasi desa dan kelurahan harus menjadi instrumen ekonomi baru, sehingga masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam ekosistem ekonomi nasional yang terintegrasi dengan UMKM, pasar tradisional, BUMDes, dan elemen lainnya, termasuk media,” tegas Ferry.
Sementara itu, Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menyampaikan apresiasi atas upaya Kementerian Koperasi dalam mengimplementasikan arah kebijakan ekonomi nasional sesuai amanat konstitusi.
Dalam pertemuan tersebut, Teguh didampingi sejumlah pengurus pusat JMSI, di antaranya Ketua Harian Ari Rahman, Wakil Bendahara Riza Awaluddin, Ketua Bidang Jurnalisme Berkualitas Dino Umahuk, Ketua Bidang Usaha dan Pendanaan Syarif Hidayatullah, serta staf sekretariat Nurfaizah Al Adabiyah.
“JMSI siap memberikan dukungan melalui sumber daya media untuk menyukseskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Teguh.
Ia juga menyatakan optimistis Ferry Juliantono mampu menjalankan amanah dan penugasan khusus dari Presiden Prabowo Subianto, mengingat rekam jejak dan pengalamannya di berbagai organisasi.
Editor Redaksi







