Dedy Angkat Suara Usai Ledakan PT OSS: Jangan Tunggu Korban Bertambah untuk Berbenah

KONAWE, rubriksatu.com – Insiden ledakan yang dilaporkan terjadi di fasilitas pemurnian nikel milik PT Obsidian Stainless Steel (OSS), kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), memantik sorotan dari kalangan legislatif.

Ketua Komisi I DPRD Konawe, Dedy, menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa keselamatan pekerja dan masyarakat di sekitar kawasan industri harus menjadi prioritas utama, bukan dikorbankan demi kepentingan operasional maupun target produksi perusahaan.

Dedy mendesak agar insiden itu diusut secara menyeluruh, termasuk dengan memeriksa penyebab ledakan dan mengevaluasi penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan.

“Harus ada penyelidikan menyeluruh terhadap penyebab ledakan, termasuk evaluasi penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan,” tegasnya.

Putra asal Kecamatan Morosi tersebut mengingatkan bahwa penanganan insiden tidak boleh berhenti pada langkah darurat. Penanganan korban harus menjadi prioritas, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan menyeluruh untuk mengungkap kronologi kejadian dan memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam penerapan prosedur keselamatan kerja.

Menurut Dedy, keberadaan industri berskala besar di Konawe harus dibarengi kepatuhan terhadap hukum, perlindungan tenaga kerja, serta tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di sekitar kawasan operasional.

“Kehadiran investasi berskala besar di Konawe harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum, perlindungan tenaga kerja, serta tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat setempat,” jelasnya.

Dedy meminta manajemen PT OSS bersama instansi berwenang melakukan investigasi secara transparan dan objektif. Apabila ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga menyatakan akan mendorong fungsi pengawasan DPRD Konawe untuk mengevaluasi penerapan standar K3, kesiapan sistem tanggap darurat, serta pemenuhan hak-hak pekerja di kawasan industri tersebut.

Baginya, insiden ini harus menjadi momentum untuk memastikan bahwa aktivitas industri berjalan dengan memperhitungkan risiko keselamatan manusia.

Dedy menegaskan, keberadaan perusahaan di Kecamatan Morosi tidak semestinya hanya berorientasi pada produksi dan keuntungan ekonomi. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk menjamin keselamatan pekerja, melindungi masyarakat sekitar, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Dengan adanya perusahaan ini di Kecamatan Morosi, tidak boleh semata-mata menjadi kawasan tempat industri besar menjalankan aktivitas produksi dan investasi. Keberadaan perusahaan juga harus mampu memberikan jaminan keselamatan, perlindungan masyarakat, serta manfaat nyata bagi daerah,” paparnya.

Dirinya menyampaikan bahwa tetap mendukung investasi yang bertanggung jawab. Namun, dukungan terhadap pertumbuhan industri bukan berarti memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengabaikan keselamatan pekerja.

Menurutnya, kemajuan ekonomi dan pertumbuhan industri tidak boleh dibayar dengan risiko keselamatan manusia yang seharusnya dapat dicegah melalui penerapan standar keselamatan secara serius.

Sebelumnya, sebagaimana diberitakan Muarasultra.com, sebuah video amatir berdurasi sekitar 10 detik beredar di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi salah satu bagian fasilitas pabrik yang tampak mengalami kerusakan akibat insiden yang diduga terjadi di area pembuangan terak atau slag smelter.

Seorang pekerja PT OSS yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Smelter 1 OSS, pembuangan sleknya dia meledak,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kapolsek Bondoala, IPDA I Putu Hartawan, melalui Kanit Reskrim Polsek Bondoala, AIPTU Hendra, mengatakan bahwa kepolisian masih melakukan pemeriksaan langsung di tempat kejadian perkara (TKP).

“Sementara kami cek TKP-nya,” ungkap Hendra.

Terkait kemungkinan adanya korban jiwa, pihak kepolisian belum memberikan kepastian. Berdasarkan informasi awal yang diterima, terdapat korban luka-luka.

“Info awal hanya luka-luka,” jelasnya.

Hingga berita ini disusun, aparat kepolisian masih berupaya memastikan kondisi di lokasi, kronologi kejadian, serta penyebab insiden. Sementara itu, pihak PT OSS belum memberikan keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut.

Penyebab ledakan, jumlah pasti korban, serta kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan pihak berwenang.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI