Kericuhan Demo HMI di Kantor Gubernur Sultra, Dugaan Pemukulan Berujung Laporan Polisi

KENDARI, rubriksatu.com — Aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari di depan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (28/9/2026) siang, berujung ricuh.

Kericuhan terjadi saat massa aksi berupaya masuk ke area Kantor Gubernur Sultra. Massa terlibat aksi saling dorong dengan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di pintu masuk.

Dalam insiden tersebut, Ketua HMI Komisariat FISIP Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Faisal, mengaku menjadi korban dugaan pemukulan oleh oknum anggota Satpol PP Sultra.

Faisal kemudian melaporkan dugaan tindak kekerasan tersebut ke Polresta Kendari. Ia meminta aparat kepolisian menindaklanjuti laporan dan mengusut pihak yang diduga terlibat.

Faisal menuturkan, sebelum kericuhan terjadi, dirinya bersama sejumlah massa mengikuti aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sultra.

Menurutnya, sejumlah perwakilan massa kemudian dipersilakan masuk ke dalam kompleks Kantor Gubernur untuk menemui Gubernur Sultra.

“Saya bersama teman-teman awalnya ikut aksi di depan Kantor Gubernur Sultra. Kemudian kami dipersilakan masuk untuk menemui gubernur,” kata Faisal kepada awak media, Senin (28/9/2026).

Namun, situasi berubah ketika massa berada di sekitar portal gerbang kedua Kantor Gubernur Sultra.

Faisal mengaku saat kericuhan berlangsung dirinya ditarik dan dipegangi oleh sejumlah anggota Satpol PP. Ia juga mengaku mengalami tindakan kekerasan pada bagian pelipis sebelah kiri.

“Saya sempat ditarik, dipegangi, terus mataku sempat ditutup. Di situ mulai dipukul di pelipis sebelah kiri,” ungkapnya.

Seorang rekannya kemudian menarik Faisal menjauh dari lokasi kericuhan. Setelah kejadian tersebut, ia memilih tidak melanjutkan perjalanan masuk ke dalam kompleks Kantor Gubernur Sultra.

Dugaan pemukulan itu selanjutnya dilaporkan Faisal ke Polresta Kendari untuk diproses secara hukum.

Sementara itu, berdasarkan video yang beredar, kericuhan bermula ketika massa aksi berupaya memasuki area Kantor Gubernur Sultra. Sejumlah anggota Satpol PP terlihat berjaga dan menahan pergerakan massa di pintu masuk.

Massa kemudian kembali berupaya masuk hingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas.

Ketegangan meningkat setelah seorang mahasiswa diamankan oleh sejumlah anggota Satpol PP. Situasi kemudian berkembang menjadi kericuhan di sekitar pintu masuk Kantor Gubernur Sultra.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan dari pihak Satpol PP Sultra mengenai dugaan pemukulan yang dilaporkan Faisal. Konfirmasi dari pihak terkait diperlukan untuk memberikan gambaran utuh mengenai kejadian tersebut.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *