Sungai Diduga Tercemar Aktivitas PT GMS di Laonti, DLH Sultra Telusuri Dokumen Perizinan

KENDARI, rubriksatu.com – Aktivitas pertambangan PT Gerbang Multi Sejahtera (PT GMS) di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), disorot tajam menyusul dugaan pencemaran air sungai di sekitar kawasan perusahaan.

Dugaan ini mencuat setelah beredarnya rekaman video berdurasi 43 detik pada 22 Juni 2026, yang memperlihatkan perubahan warna air sungai secara signifikan akibat aktivitas tambang. Kondisi tersebut dikhawatirkan merusak lingkungan hidup serta mengancam mata pencaharian warga pesisir yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil tangkapan ikan di laut.

Menanggapi desakan pengawasan dan pengendalian kerusakan lingkungan, jurnalis Kendarikini.com berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Sultra, Awaludin, pada Senin (31/8/2026), namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.

Upaya konfirmasi kemudian dilanjutkan melalui pesan dan panggilan WhatsApp pada Selasa (1/9/2026). Saat itu, Awaludin merespons singkat dan berjanji akan memberikan penjelasan. “Saya lagi bawa kendaraan. Nanti saya jawab ya,” ujarnya.

Keesokan harinya, Rabu (2/9/2026), Awaludin akhirnya memberikan tanggapan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih mendalami dokumen perizinan PT GMS lantaran perusahaan tersebut tercatat beberapa kali melakukan perubahan administrasi perizinan lingkungan.

“Terkait dengan kewenangan masih didalami karena saya masih mendalami dengan kewenangan izin perusahaan tersebut. Karena perusahaan tersebut telah beberapa kali melakukan perubahan izin atau persetujuan lingkungan. Ini yang jadi perhatian,” pungkas Awaludin.

Sebelumnya, aktivitas tambang PT GMS juga sempat disoroti oleh Ikatan Mahasiswa Aktivis Lintas Kampus (IMALAK) Sultra terkait dugaan pencemaran air sungai serupa pada Sabtu (20/6/2026). Sementara itu, pihak penanggung jawab PT GMS hingga kini belum memberikan keterangan resmi dan mengaku tidak mengetahui peristiwa yang terjadi di kawasan operasionalnya.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI