KONAWE, rubriksatu.com — Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe untuk memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan keterbatasan fiskal daerah.
Hal itu disampaikan Yusran saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Konawe dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI, Jumat (14/8/2026).
Menurut Yusran, momentum 81 tahun kemerdekaan tidak seharusnya dimaknai sebatas seremoni tahunan. Kemerdekaan harus diisi dengan kerja nyata, keadilan, peningkatan produktivitas, serta pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Karena itu, memperingatinya bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan amanah yang harus terus kita isi dengan kerja nyata, keadilan, dan kesejahteraan rakyat,” ujar Yusran.
Yusran mengatakan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, memiliki keterkaitan erat dengan arah pembangunan Kabupaten Konawe.
Menurutnya, kedaulatan harus diwujudkan melalui kemandirian, terutama dalam sektor pangan, ekonomi dan energi. Sementara keadilan harus tercermin melalui pemerataan kesempatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Semangat tersebut, kata Yusran, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Konawe melalui “Konawe Bersahaja” yang berorientasi pada daerah yang berdaya saing, sejahtera, adil dan berkelanjutan.
“Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Konawe, yakni ‘Konawe Bersahaja’—berdaya saing, sejahtera, adil, dan berkelanjutan, yang kita wujudkan dengan semangat ‘Membangun Desa, Menata Kota’,” jelasnya.
Khusus sektor pangan, Yusran menegaskan Konawe memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan.
Produksi beras dari Konawe, kata dia, tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat daerah, tetapi juga turut menopang kebutuhan pangan di wilayah lain.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor pertanian sebagai bagian dari kontribusi Konawe terhadap ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Di tengah tekanan ekonomi global, Yusran juga menyampaikan capaian pengendalian inflasi di Kabupaten Konawe.
Berdasarkan data yang disampaikannya, inflasi tahunan atau year-on-year (yoy) Konawe hingga Juli 2026 berada pada angka 1,49 persen.
Angka tersebut disebut menjadi salah satu yang terendah di Sulawesi Tenggara, dibandingkan angka inflasi provinsi yang disebut mencapai 4,68 persen.
“Inflasi bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan daya beli masyarakat,” katanya.
Menurut Yusran, pengendalian inflasi dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari menjaga ketersediaan bahan pokok, mengamankan siklus panen, dukungan subsidi, memperkuat peran UMKM, hingga meningkatkan koordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha.
Meski demikian, ia mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Pengendalian inflasi, menurutnya, harus menjadi pekerjaan berkelanjutan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Yusran mengakui pemerintah daerah menghadapi tantangan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan program pembangunan yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.
Sejumlah program prioritas tetap dilanjutkan, di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan melalui pembangunan RSUD Wekoila di Kecamatan Sampara, pembenahan pasar induk dan pasar di sejumlah wilayah Konawe, pembangunan kolam retensi di kawasan alun-alun kota, serta pengembangan kawasan yang memiliki potensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Program-program ini kami pastikan tetap berjalan sebagai wujud komitmen pemerintah daerah untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat, sekalipun di tengah tantangan fiskal yang tidak ringan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yusran juga menyampaikan sejumlah capaian daerah. Kelurahan Anggaberi berhasil meraih Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Di bidang keagamaan, Konawe menjadi tuan rumah sekaligus meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Konawe juga dipercaya menjadi tuan rumah Temu Karya Nasional Desa Tahun 2026.
Yusran menyebut berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat.
“Rangkaian prestasi ini adalah bukti nyata kerja keras dan sinergi seluruh masyarakat Konawe,” ungkapnya.
Optimisme pembangunan juga diarahkan pada pencapaian target makro ekonomi 2027.
Dalam RKPD 2027, Pemerintah Kabupaten Konawe menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 12,28 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 10,12 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,70.
Yusran menegaskan target tersebut bukan sekadar angka dalam dokumen perencanaan.
“Target-target ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan komitmen bersama yang akan kita kawal, kita kerjakan, dan kita wujudkan secara bertahap demi Konawe yang lebih sejahtera, adil, dan berdaya saing,” ujarnya.
Yusran juga menegaskan komitmen Konawe mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dukungan tersebut diarahkan melalui penguatan swasembada pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM.
Menurutnya, posisi Konawe sebagai daerah penyangga pangan menjadi salah satu kontribusi nyata daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam satu tarikan napas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Yusran.
Menutup sambutannya, Yusran mengajak seluruh elemen masyarakat Konawe menjaga persatuan dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Yusran juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Konawe, Forkopimda, aparatur pemerintah, TNI-Polri, petani, nelayan, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang terus berkontribusi menjaga Konawe tetap aman dan produktif.
“Delapan puluh satu tahun kemerdekaan menjadi momentum menatap masa depan dengan percaya diri. Kemerdekaan mengajarkan bahwa tidak ada tantangan yang terlalu besar apabila bangsa ini bersatu,” tuturnya.
Yusran berharap semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi energi baru untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat pembangunan Konawe, dari desa hingga kota.
“Membangun Desa, Menata Kota, menuju Konawe yang Bersahaja.”
Editor Redaksi












