KONAWE, rubriksatu.com – Tujuh sekolah penerima BOSP Kinerja terbaik 2026 mengikuti kegiatan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi di PKBM Sabandara, Desa Latoma Jaya, Kecamatan Latoma, pada Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Konawe, Rasni Pagala, S.Pd. Kegiatan ini menghadirkan fasilitator daerah (Fasda) dari BPMP Provinsi Sulawesi Tenggara, Rahmawati, S.Si., M.Si., sebagai narasumber.
Kepala Lembaga PKBM Sabandara, Yeni Fardian, S.Kom., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan wawasan dan kemampuan guru serta tenaga pendidik dalam mengembangkan proses pembelajaran membaca dan berhitung dengan strategi yang inovatif dan interaktif.
Menurutnya, guru dan tenaga pendidik perlu memiliki strategi yang tepat agar budaya literasi dan numerasi dapat diterapkan secara konsisten kepada peserta didik.
Salah satunya melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Selain itu, peserta didik juga didorong memanfaatkan perpustakaan dan buku digital sebagai sumber pembelajaran.
“Guru dapat menggunakan berbagai metode, seperti bercerita, diskusi kelompok, integrasi literasi dalam mata pelajaran, serta pembiasaan yang dilakukan secara terjadwal pada hari-hari tertentu,” ujarnya.
Yeni menjelaskan, keberhasilan penguatan literasi dan numerasi pada siswa maupun anak didik dapat dilihat melalui sejumlah indikator.
Pada aspek literasi, indikator keberhasilan mencakup kemampuan membaca dan menulis serta kemampuan memahami informasi yang diperoleh melalui kegiatan pembelajaran.
Sementara pada aspek numerasi, keberhasilan dapat dilihat dari kemampuan berhitung, pemahaman terhadap konsep matematika, serta tumbuhnya semangat dan minat peserta didik terhadap pembelajaran matematika.
Selain literasi dan numerasi, penguatan karakter juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Peserta didik diharapkan mampu menerapkan sikap disiplin, bertanggung jawab dan jujur, menghormati orang lain serta lingkungan, sekaligus memiliki rasa percaya diri.
“Penguatan literasi dan numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung, tetapi juga bagaimana membangun karakter peserta didik agar mereka memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, jujur, menghargai orang lain dan lingkungan serta percaya diri,” jelasnya.
Melalui kegiatan Bimtek tersebut, para guru dan tenaga pendidik diharapkan dapat membawa pengetahuan dan strategi yang diperoleh untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan.
Dengan demikian, penguatan literasi, numerasi dan karakter dapat menjadi bagian dari pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan di sekolah.
Editor Redaksi






