KONAWE, rubriksatu.com – Komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur jalan mendapat apresiasi dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Konawe.
Di bawah kepemimpinan Bupati Konawe Yusran Akbar, ST dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, SE, M.Si, sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah kecamatan mulai didorong untuk ditingkatkan melalui program rekonstruksi dan pengaspalan, baik pada 2026 maupun dalam perencanaan pembangunan 2027 mendatang.
Apresiasi tersebut disampaikan Banggar DPRD Konawe dalam rapat konsultasi dan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2027.
Dalam pembahasan tersebut, Banggar menilai perhatian Pemda Konawe terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan jembatan, menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kecamatan dan desa.
Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, menyampaikan apresiasi tersebut saat mengikuti pembahasan KUA-PPAS bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Dr. Ferdinand, SP, MH, serta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Konawe yang dihadiri langsung Plt. Kepala Dinas PUPR Konawe, Robin Hermansah, S.Si, MM.
Eko secara khusus menyoroti rencana pengaspalan ruas jalan poros Desa Awua Jaya–Nekudu di Kecamatan Asinua yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Saya mewakili masyarakat Kecamatan Asinua mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati karena telah menganggarkan pengaspalan di jalan poros Desa Lasada–Nekudu,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, masyarakat Kecamatan Asinua telah cukup lama menantikan perbaikan ruas jalan tersebut. Menurutnya, perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut baru dapat direalisasikan pada pemerintahan Yusran Akbar–Syamsul Ibrahim.
Eko menilai pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga.
“Kalau infrastruktur jalannya bagus, maka roda perekonomian masyarakat juga ikut berputar,” ujarnya.
Menurut Eko, akses jalan yang semakin baik akan mempermudah masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan menuju pusat-pusat ekonomi.
Karena itu, DPRD Konawe mendorong agar program peningkatan dan rekonstruksi jalan terus mendapat perhatian dalam penyusunan anggaran daerah, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Konawe.
Diketahui, untuk Pengaspalan Jalan Poros Desa Awua Jaya – Nekudu sepanjang 3 Kilometer tersebut, Pemda Kabupaten Konawe menggelontorkan anggaran sebesar Rp.7,6 Miliar.
Editor Redaksi












