KENDARI, rubriksatu.com – Pasangan Jeje-Rasyid mulai mengunci narasi politik menuju Sulawesi Tenggara 2029 dengan mengusung slogan “Mengolah untuk Rakyat”.
Gagasan tersebut menempatkan pengelolaan potensi daerah sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Sultra, sekaligus menawarkan pesan bahwa kekayaan sumber daya daerah harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dalam materi kampanyenya, Jeje-Rasyid mengusung visi “Jeri untuk Sultra 2029” dengan menitikberatkan pada penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Master Campaign Jeje-Rasyid, Ibrahim, mengatakan gagasan “Mengolah untuk Rakyat” diarahkan untuk mendorong pemanfaatan berbagai potensi lokal agar tidak berhenti sebagai sumber ekonomi semata, tetapi mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat Sultra.
Menurutnya, pembangunan daerah harus memiliki orientasi yang jelas terhadap kesejahteraan rakyat.
Narasi yang dibangun Jeje-Rasyid mencakup penguatan ekonomi kerakyatan, optimalisasi sumber daya daerah, pembangunan berkelanjutan, serta pemerataan manfaat pembangunan.
Materi visual kampanye turut menampilkan beragam potensi Sultra, mulai dari pertambangan, perikanan, pariwisata, kebudayaan hingga konektivitas antarwilayah.
Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya Jeje-Rasyid membangun konsep pembangunan yang menghubungkan kekayaan sumber daya daerah dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Slogan “Mengolah untuk Rakyat” menjadi penegasan bahwa potensi Sultra, menurut gagasan yang mereka tawarkan, harus dikelola dengan orientasi pada kepentingan masyarakat.
Ibrahim selaku Master Campaign menjadi salah satu figur yang berperan dalam merancang dan menyampaikan arah komunikasi politik Jeje-Rasyid menuju agenda Sultra 2029.
Melalui narasi tersebut, Jeje-Rasyid berupaya membangun identitas politik yang memadukan kekuatan sumber daya alam dan potensi ekonomi Sultra dengan agenda pembangunan yang berorientasi pada rakyat.
Gagasan itu kini menjadi salah satu pesan utama yang dibawa pasangan tersebut dalam memperkenalkan visi dan arah perjuangan politik menuju Sultra 2029.
Editor Redaksi






