KONAWE, rubriksatu.com – Proyek Rekonstruksi Jalan Oheo yang berlokasi di Kelurahan Puunahaa, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, menjadi sorotan publik setelah muncul pertanyaan terkait besaran anggaran yang dialokasikan untuk pekerjaan tersebut.
Berdasarkan data pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Konawe, proyek rekonstruksi jalan sepanjang 1,33 kilometer itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp5,1 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Konawe Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV Alif Aura Perkasa dan dijadwalkan berlangsung selama 180 hari kalender, dimulai pada Maret 2026 hingga September 2026.
Sorotan publik muncul setelah dilakukan perbandingan dengan sejumlah referensi biaya pembangunan jalan yang tersedia secara terbuka.
Salah satunya estimasi yang dipublikasikan PT Laksana Karya Indonesia yang menyebut biaya pembangunan jalan aspal bergantung pada sejumlah komponen, seperti material hotmix, pekerjaan pondasi dasar, mobilisasi alat berat, tenaga kerja, serta pengawasan.
Dalam estimasi tersebut, pembangunan jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar enam meter dan ketebalan lima sentimeter umumnya berada pada kisaran Rp850 juta hingga Rp1,3 miliar, tergantung spesifikasi teknis dan kualitas material yang digunakan.
Sementara untuk jalan dengan spesifikasi yang diperuntukkan bagi kendaraan berat, biaya dapat mencapai sekitar Rp1,4 miliar per kilometer atau lebih.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai perbandingan tersebut tidak dapat dijadikan acuan tunggal karena setiap proyek memiliki karakteristik, kondisi lapangan, spesifikasi teknis, serta item pekerjaan yang berbeda.
Perbedaan nilai antara estimasi umum dan anggaran proyek Jalan Oheo kemudian memunculkan pertanyaan terkait rincian pekerjaan yang tercantum dalam dokumen perencanaan, termasuk kemungkinan adanya pekerjaan tambahan seperti drainase, talud, perkuatan badan jalan, peningkatan struktur pondasi, hingga biaya mobilisasi dan faktor teknis lainnya.
Karena itu, sejumlah kalangan mendorong adanya penjelasan terbuka dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Konawe, khususnya Bidang Bina Marga, terkait dasar perhitungan anggaran, spesifikasi teknis, serta ruang lingkup pekerjaan yang menyebabkan nilai proyek mencapai Rp5,1 miliar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Konawe, Asmar, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/6/2026), mengatakan proyek tersebut masih dalam tahap pelaksanaan.
“Masih berjalan pekerjaannya, sampai enam bulan,” ujarnya.
Saat dimintai tanggapan terkait besaran anggaran proyek, Asmar belum memberikan penjelasan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, proyek rekonstruksi Jalan Oheo masih berlangsung dan belum memasuki tahap akhir pekerjaan.
Editor Redaksi






