KONAWE, rubriksatu.com – Pemerintah Kabupaten Konawe secara resmi menyepakati skema pembiayaan untuk dua proyek infrastruktur strategis melalui pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.
Kesepakatan ini difinalisasi dalam Rapat Teknis Pembiayaan Pembangunan yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama tim dari PT SMI di Ruang Rapat Bupati, Senin (25/5/2026).
Adapun dua proyek prioritas tersebut meliputi pembangunan RSUD Pratama Konawe (Tipe D) senilai Rp66,879 miliar dan pembangunan Pasar Induk Pangan senilai Rp44,089 miliar.
Bupati Yusran Akbar menekankan, pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang untuk masyarakat. Bahkan, politisi PAN Sultra ini secara tegas mewanti-wanti jajarannya agar tidak sekadar mengejar estetika bangunan semata.
“Jangan buat rumah sakit seperti bangunan biasa. Jika melihat bangunannya bagus seperti hotel, secara psikologis pasien akan merasa nyaman. Namun, yang paling utama adalah kualitas konstruksi yang tahan lama dan pelayanannya harus nomor satu. Jangan sampai bangunan megah, tapi pelayanan rumah sakit nol,” tegas Yusran.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, memaparkan bahwa RSUD Pratama akan dibangun di Kecamatan Anggalomoare di atas lahan seluas 2,3 hektar. Pemilihan lokasi ini telah melalui kajian mendalam, yakni untuk menghindari paparan logam berat dari kawasan industri, sekaligus memastikan aksesibilitas yang dekat bagi tujuh kecamatan di wilayah sekitarnya.
Rumah sakit tersebut direncanakan dua lantai dengan luas 4.200 meter persegi dan kapasitas 50 tempat tidur, yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat hingga tahun 2035.
Dalam rapat tersebut, Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPD) mengusulkan skema pencairan yang terdistribusi agar beban pokok dan bunga tidak menumpuk di tahun-tahun akhir masa jabatan kepala daerah. Bupati Yusran juga meminta PT SMI untuk terus bernegosiasi terkait suku bunga agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi BI Rate.
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab ini. “Konawe memiliki rekam jejak pinjaman yang baik dan selalu tepat waktu. Kami mendukung sepenuhnya, namun kami minta lokasi rumah sakit benar-benar strategis dan pelayanannya harus optimal agar tidak mengecewakan masyarakat,” ujarnya.
Menariknya, PT SMI tidak hanya berperan sebagai pemberi pinjaman, tetapi juga akan mendampingi manajemen operasional rumah sakit, mulai dari pengurusan izin, kerja sama dengan BPJS, hingga pemenuhan SDM dan alat kesehatan. PT SMI bahkan berkomitmen memfasilitasi pertemuan Bupati dengan Dirjen Yankes Kemenkes untuk mencari insentif bantuan alat kesehatan.
Pematangan lahan akan dimulai pada Juni 2026. Dengan rencana konstruksi selama 4-5 bulan, Pemkab Konawe optimis RSUD Pratama dan Pasar Induk Pangan akan segera terealisasi sebagai motor penggerak ekonomi dan pelayanan kesehatan di Konawe.
Editor Redaksi











