33 Titik Jalan Ditambal, Komunitas Abu Langit Pilih Bergerak daripada Mengeluh

KENDARI, rubriksatu.com – Di tengah keluhan berkepanjangan soal jalan rusak yang belum tertangani, sekelompok warga di Kendari memilih mengambil langkah nyata. Melalui Komunitas Abu Langit, mereka secara swadaya memperbaiki jalan berlubang dengan patungan dana pribadi.

Aksi tersebut berhasil menambal sedikitnya 33 titik jalan rusak dengan menggunakan hampir dua ton aspal, yang selama ini dinilai membahayakan pengguna jalan.

Gerakan ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan lahir dari keresahan yang telah lama dirasakan. Kini, dampaknya mulai terlihat, dengan sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak perlahan kembali layak dilalui.

Perbaikan telah menjangkau empat kelurahan di Kota Kendari, yakni Watu-watu, Mokoau, Kambu, dan Kadia. Di wilayah tersebut, lubang jalan yang sebelumnya menjadi ancaman bagi pengendara kini telah diperbaiki.

Pemimpin komunitas, Harun Andi, mengungkapkan bahwa gagasan memperbaiki jalan sudah muncul sejak lama. Namun, keterbatasan metode sempat menjadi kendala.

“Kami sempat mempertimbangkan menggunakan semen, tapi harus menunggu kering. Pernah juga terpikir menggunakan limbah plastik, namun terkendala teknologi,” ujarnya.

Solusi baru ditemukan pada akhir Maret lalu setelah komunitas tersebut bertemu dengan pihak yang memiliki keahlian teknis. Mereka kemudian sepakat menggunakan aspal sebagai metode yang dinilai lebih efektif dan praktis.

Dengan jumlah anggota hanya lima orang, komunitas ini bergerak secara mandiri. Dana dikumpulkan dari tabungan pribadi untuk membeli peralatan, seperti mesin stamper dan perlengkapan keselamatan kerja.

“Kami patungan agar pekerjaan ini bisa dilakukan dengan baik dan aman,” kata Harun dikutip dari suktratop.com, Senin (20/4/2026).

Upaya tersebut membuahkan hasil. Selain 33 titik jalan yang telah diperbaiki, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk seorang pengusaha aspal, H. Ishak, yang menyumbangkan satu ton aspal.

Sebelum melakukan penambalan, tim terlebih dahulu melakukan survei lapangan dan mengumpulkan laporan masyarakat untuk menentukan titik prioritas. Fokus utama mereka adalah jalan yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Menurut Harun, tingginya risiko kecelakaan akibat jalan rusak menjadi alasan utama mereka bergerak. Ia menegaskan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah.

“Kita tidak bisa hanya menunggu. Kalau kita bisa berbuat, sekecil apa pun, itu sudah berarti,” tegasnya.

Aksi tersebut juga dibagikan melalui media sosial TikTok @abulangitofficial, yang menampilkan proses perbaikan hingga hasil akhir jalan yang telah ditambal.

Ke depan, Komunitas Abu Langit berkomitmen untuk melanjutkan gerakan ini dengan menyasar titik-titik lain yang dinilai rawan, termasuk di kawasan Jalan Panglima Polim.

Harun berharap, langkah kecil yang mereka lakukan dapat menginspirasi masyarakat lain untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi persoalan di lingkungan sekitar.

“Kalau semakin banyak yang peduli, masalah seperti ini bisa lebih cepat teratasi. Kami hanya memulai,” pungkasnya.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI