KONAWE, rubriksatu.com — Polemik mutasi jabatan yang digelar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mataiwoi pada 20 Februari 2026 terus melebar. Selain menuai kritik publik, kebijakan tersebut kini berbuntut pada munculnya dugaan tindak pidana korupsi dan pemalsuan dokumen keuangan di SDN 2 Ranoeya.
Kasus ini mencuat setelah Nursyam, S.Pd, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SDN 2 Ranoeya, mengaku telah dicopot dari jabatannya. Namun, namanya justru tidak tercantum dalam Surat Keputusan (SK) kolektif mutasi tertanggal 20 Februari 2026.
Secara administratif, Nursyam bahkan masih tercatat sebagai kepala sekolah aktif dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), termasuk dalam data terbaru Info Guru dan Tenaga Kependidikan (Info GTK).
Di tengah ketidakjelasan status tersebut, muncul persoalan baru. Lisnawati, S.Pd., M.Pd yang ditunjuk sebagai kepala sekolah pengganti, disebut telah melakukan pergantian spesimen tanda tangan untuk memproses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Berdasarkan Dapodik, saya masih terdaftar sebagai Kepala SDN 2 Ranoeya yang sah,” ungkap Nursyam saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).
Ia pun mempertanyakan bagaimana proses administrasi pencairan dana BOS dapat tetap berjalan, sementara status kepemimpinan sekolah dinilai belum sinkron secara data.
“Saya heran, karena secara administratif saya yang seharusnya berhak mencairkan dana BOS tersebut,” ujarnya.
Nursyam menduga terdapat peran oknum tertentu yang memungkinkan pergantian spesimen tanda tangan hingga pencairan dana BOS tetap dapat dilakukan.
Situasi ini membuka potensi pelanggaran hukum serius, mulai dari dugaan pemalsuan dokumen hingga indikasi penyalahgunaan keuangan negara apabila terbukti tidak sesuai prosedur.
Polemik ini juga memperkuat sorotan terhadap pelaksanaan mutasi pejabat yang sebelumnya telah menuai kritik, termasuk terkait aspek administrasi dan legalitas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait, baik dari Dinas Pendidikan maupun pemerintah daerah, terkait dugaan tersebut.
Editor Redaksi













