KONAWE, rubriksatu.com – Ketua Umum Kerukunan Aktivis Muda Indonesia (KAMI) Sulawesi Tenggara, Randi Liambo, memberikan tanggapan terkait polemik yang berkembang di media sosial mengenai keberadaan PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.
Menurut Randi, sejumlah tudingan yang disuarakan oleh kelompok yang mengatasnamakan Save Routa dinilai tidak sepenuhnya berdasarkan fakta di lapangan dan cenderung berlebihan.
“Saya melihat sebagian informasi yang beredar terlalu dibesar-besarkan dan tidak menilai secara objektif kondisi nyata di Routa selama PT Sulawesi Cahaya Mineral beroperasi,” ujar Randi Liambo, yang juga merupakan tokoh pemuda sekaligus masyarakat asli Routa.
Randi menjelaskan, PT SCM yang baru memulai produksi sekitar dua tahun terakhir telah memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan masyarakat dan daerah. Hal tersebut, kata dia, dapat dilihat dari berbagai program yang dijalankan perusahaan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Ia menilai perubahan yang terjadi di Routa cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi sebelum kehadiran perusahaan tersebut.
“Dulu Routa merupakan daerah yang terisolir dan tertinggal. Namun dengan hadirnya PT SCM, kami melihat ada perubahan besar menuju arah yang lebih maju,” jelasnya.
Randi menyebutkan sejumlah manfaat yang dirasakan masyarakat, di antaranya bantuan di sektor pendidikan melalui program beasiswa, pembangunan infrastruktur jalan, bantuan listrik, serta dukungan terhadap sektor pertanian.
Selain itu, perusahaan juga disebut memberikan pelatihan peningkatan keterampilan bagi masyarakat, seperti pelatihan komputer, operator alat berat, serta pengembangan UMKM masyarakat lingkar tambang yang dikelola oleh putra daerah Routa.
“Banyak fasilitas umum juga dibangun, seperti rumah ibadah, kantor desa, balai pertemuan, hingga dukungan terhadap fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran PT SCM juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik bagi tenaga kerja yang telah memiliki keterampilan maupun melalui program pelatihan bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki keahlian khusus.
Salah satu perubahan yang paling dirasakan masyarakat, lanjut Randi, adalah pembangunan akses jalan menuju wilayah Routa yang selama ini dikenal rusak dan sulit dilalui.
“Sekarang perusahaan sudah mulai membangun jalan dengan metode pengaspalan. Dulu perjalanan dari Routa ke Unaaha atau Kendari sangat berat. Kami sering harus bermalam di tengah jalan atau hutan karena kondisi jalan yang rusak,” ungkapnya.
Namun saat ini, menurutnya, waktu tempuh dari Routa menuju Kendari sudah jauh lebih cepat.
“Kalau dulu bisa berhari-hari, sekarang perjalanan sudah bisa ditempuh sekitar tujuh hingga delapan jam,” katanya.
Randi juga mengajak masyarakat untuk menilai berbagai polemik yang muncul secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
“Jangan sampai hanya karena ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu atau ketidaksenangan terhadap investasi, kita ikut-ikutan menilai negatif tanpa melihat fakta yang ada,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa dalam proses pembangunan tentu masih ada pihak yang merasa belum puas. Namun menurutnya, pembangunan membutuhkan proses, perencanaan, serta waktu yang tidak singkat.
“PT SCM ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga setiap langkahnya mengikuti aturan yang ketat. Pembangunan tidak bisa selesai dalam satu malam, semuanya ada tahapan,” jelasnya.
Randi menegaskan bahwa sejumlah program sudah berjalan, sebagian telah selesai, dan sebagian lainnya masih dalam tahap perencanaan.
“Jangan sampai kontribusi yang sudah ada justru kita abaikan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Randi juga mengingatkan pentingnya bersikap adil dalam menilai suatu persoalan.
Ia mengutip QS Al-Maidah ayat 8 yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, dan janganlah kebencian terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.”
“Karena itu mari kita melihat persoalan ini secara adil dan objektif demi kemajuan daerah kita bersama,” tutup Randi Liambo saat diwawancarai media di kediamannya.
Laporan: Redaksi












