KONAWE, rubriksatu.com – Kepemimpinan Noer Alam sebagai Kapolres Konawe dinilai membawa perubahan signifikan terhadap stabilitas keamanan di wilayah tersebut.
Dalam kurun waktu 11 bulan memimpin Polres Konawe, perwira menengah Polri itu berhasil meredam sejumlah persoalan krusial, termasuk konflik agraria yang sempat memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Noer Alam resmi menjabat Kapolres Konawe pada 10 April 2025, menggantikan Ahmad Setiadi yang mendapat penugasan baru sebagai Wadansatlat Brimob Korbrimob Polri.
Sebelum bertugas di Bumi Kalosara, alumnus Akademi Kepolisian tahun 2006 itu mengemban amanah di Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai Kanit II Subdit Sosial Kemasyarakatan Ditsosbud Baintelkam Polri. Ia juga pernah menjabat Wakapolres Bantul pada periode 2020–2022.
Mengawali tugasnya di Konawe, Noer Alam langsung dihadapkan pada konflik agraria berkepanjangan di Desa Tawamelewe yang sebelumnya menimbulkan keresahan masyarakat.
Melalui pendekatan persuasif yang diimbangi dengan langkah tegas, ia mengoptimalkan seluruh sumber daya kepolisian serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hasilnya, konflik yang sempat berlarut-larut tersebut berhasil diselesaikan hanya dalam waktu sekitar tiga bulan, tepatnya pada Juni 2025. Penyelesaian itu menjadi salah satu capaian penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Konawe.
Tak hanya fokus pada konflik agraria, jajaran Polres Konawe di bawah komandonya juga aktif menangani berbagai persoalan keamanan lainnya. Penanganan kasus peredaran narkotika, misalnya, terus diperkuat melalui operasi dan penegakan hukum yang intensif.
Di sisi lain, pembenahan internal institusi turut menjadi perhatian. Berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk penataan lingkungan kantor, pembangunan fasilitas pendukung, hingga perbaikan sarana kendaraan operasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan institusi kepolisian yang profesional, modern, dan dipercaya publik.
Di internal organisasi, Noer Alam dikenal sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan anggota, namun tetap menjunjung tinggi disiplin serta ketegasan dalam penegakan aturan.
Prinsip kepemimpinan yang tegas namun humanis disebut menjadi landasan dalam setiap kebijakan yang diambil.
Kontribusi dan kepemimpinannya selama hampir setahun terakhir dinilai turut menjaga kondusivitas wilayah, sehingga roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Konawe dapat berjalan lebih stabil.
“Intinya, mari kita ciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif demi kelancaran pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Konawe,” ujar Noer Alam saat berbincang dengan awak media, Rabu malam (4/3/2026).
Editor Redaksi










