KENDARI, rubriksatu.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk berjalan seiring dan sejalan dengan Pemerintah Provinsi Sultra dalam memperkuat perekonomian daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan penuh terhadap program-program unggulan Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, khususnya pada sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, menyatakan bahwa sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah tidak cukup hanya dalam bentuk koordinasi formal, tetapi harus diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah peluncuran Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dijadwalkan mulai bergulir pada 14 Februari 2026.
Hal itu disampaikan Anton Timbang usai melakukan audiensi bersama Gubernur Sultra di Kantor Gubernur, Senin (10/2/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kadin Sultra menegaskan kesiapan untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan roda perekonomian Sultra.
“Kami mendukung penuh program Bapak Gubernur yang bertujuan mendorong ekonomi Sultra agar lebih mandiri dan kompetitif. Gerakan Pasar Murah ini merupakan wujud nyata sinergi antara Kadin dan Pemerintah Provinsi,” tegas Anton.
Dalam mendukung visi dan kebijakan Gubernur Sultra, Kadin Sultra memfokuskan perannya pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan ekonomi daerah melalui intervensi pasar di wilayah dengan tingkat inflasi tinggi, seperti Kolaka, Baubau, dan Wakatobi.
Kedua, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pembinaan berkelanjutan, termasuk mendorong hingga 3.000 UMKM naik kelas menjadi badan usaha berbadan hukum PT Perorangan.
Ketiga, penguatan ketahanan pangan, melalui pemetaan lahan pertanian produktif serta hilirisasi sumber daya lokal guna menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang.
Anton Timbang menegaskan, Kadin Sultra siap mengawal kebijakan pengendalian inflasi yang menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Intervensi pasar akan difokuskan pada daerah-daerah rawan lonjakan harga, terutama Kabupaten Kolaka yang saat ini mencatat tingkat inflasi sebesar 6,75 persen.
“Kami mengikuti arahan Pak Gubernur untuk memastikan ketersediaan bahan pokok strategis seperti beras, telur, dan minyak goreng tetap aman, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anton menyebutkan bahwa pelaksanaan Gerakan Pasar Murah juga menjadi bagian dari uji coba sistem distribusi pangan skala provinsi. Melalui skema ini, UMKM binaan Kadin Sultra akan dilibatkan secara aktif dalam rantai pasok, sehingga potensi ekonomi lokal dapat terserap secara optimal.
“Sinergi ini mencakup pengendalian harga, ketersediaan stok, hingga dukungan infrastruktur bagi UMKM. Kadin Sultra siap memastikan masyarakat terbantu dan kebutuhan pangan tetap terjangkau,” pungkas Anton.
Editor Redaksi








