Tingkatkan Kualitas Pembangunan Desa, TPP Bombana Gelar Rakor

Advertisements

BOMBANA, rubriksatu.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan desa, Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Bombana menggelar rapat koordinasi. Acara yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendamping di daerah eks Otoritas Kabupaten Buton ini berlangsung sejak 17 hingga 18 Juli 2024, bertempat di Kantor Desa Tanah Poleang, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana.

Dalam rilis persnya, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bombana, Man Arfa, SE, menyatakan bahwa rapat koordinasi rutin setiap bulan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga pemberdayaan desa guna meningkatkan kualitas pembangunan desa.

“Setiap bulan kami dari tenaga pendamping profesional secara rutin melakukan rapat koordinasi dengan tujuan meningkatkan kapasitas tenaga pemberdayaan desa guna peningkatan kualitas pembangunan desa. Peningkatan kualitas pembangunan di desa merupakan salah satu cara yang dianggap mampu mendorong peningkatan kesejahteraan warga desa, dan tidak kalah pentingnya perlu peningkatan kapasitas pendampingan yang dilakukan oleh pendamping desa,” jelasnya.

Man Arfa menambahkan bahwa dalam rapat koordinasi ini, semua Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa diberi kesempatan untuk menjadi pemateri. Adapun materi yang disampaikan meliputi, Strategi percepatan penginfutan ulang data IDM, oleh Man Arfa.

Advertisements

Selanjutnya, Metode pelaporan sarpras dan non-sarpras, oleh Andi Alim Bahri, Evaluasi capaian pendampingan dan progres pelaporan, Man Arfa, Kebijakan pengelolaan Bumdes, Abady Makmur, Materi perencanaan desa, Sahrul, dan SOP pendampingan, oleh Amsir, S.S.

“Dalam rapat koordinasi ini, semua Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa diberi kesempatan untuk menjadi pemateri. Materi yang disampaikan mencakup strategi percepatan penginfutan ulang data IDM oleh saya, metode pelaporan sarpras dan non-sarpras oleh Andi Alim Bahri, evaluasi capaian pendampingan dan progres pelaporan oleh saya, kebijakan pengelolaan Bumdes oleh Abady Makmur, materi perencanaan desa oleh Sahrul, dan SOP pendampingan oleh Amsir, S.S.,” tambahnya.

Dalam paparan kebijakan dan manajemen Bumdes, Abady Makmur mengungkapkan bahwa terdapat 109 Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang telah terbentuk di Kabupaten Bombana. Ia mengajak semua tenaga pendamping desa untuk terus melakukan fasilitasi terhadap desa dalam upaya mengembangkan Bumdes.

Ke depan, bakal calon Bupati Bombana yang saat ini sedang berjuang lolos melalui jalur perseorangan ini meminta agar semua pihak, termasuk pemerintah desa dan BPD, dapat bekerja sama dalam pengembangan Bumdes. Ia juga menguraikan terkait kebijakan yang akan diterapkannya jika terpilih menjadi Bupati Bombana.

Laporan Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *