Pacu Kualitas Perencanaan 2027, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Bombana Sambangi Enam Kecamatan di Kabaena

BOMBANA, rubriksatu.com – Guna memaksimalkan efektivitas program pendampingan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMPD) Kabupaten Bombana melaksanakan kunjungan kerja lapangan ke Pulau Kabaena.

Langkah strategis road show ini disampaikan langsung oleh Tenaga Ahli PMPD Kabupaten Bombana, Abady Makmur, melalui rilis pers resminya kepada media, Senin (5/10/2026).

Ia menjelaskan, kunjungan ke pulau yang dikenal sebagai sentra penghasil gula merah tersebut difokuskan untuk memantau langsung proses penyusunan perencanaan tahunan desa tahun 2027, evaluasi pelaporan konvergensi stunting, meninjau perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta memberikan penguatan kapasitas bagi tim penyusun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2027.

“Kunjungan saya di Kabaena ini menyasar enam kecamatan se-Pulau Kabaena, yang dimulai dari Kecamatan Kabaena, Kabaena Selatan, Kabaena Barat, Kabaena Timur, Kabaena Tengah, dan akan berakhir di Kecamatan Kabaena Utara,” ungkap Abady.

Menurutnya, tujuan utama pemantauan ini adalah memastikan progres penyusunan dokumen perencanaan desa, memonitor penanganan stunting, serta mengukur perkembangan BUMDes agar berjalan selaras dengan target pembangunan daerah.

Sebagai titik awal rangkaian kunjungan, Abady menggelar pertemuan perdana di Balai Serbaguna Kecamatan Kabaena, Senin (5/10/2026). Forum strategis tersebut dihadiri oleh para kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader posyandu, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kecamatan Kabaena, Muh. Annas, serta didampingi oleh Pendamping Desa Kecamatan, Nur Asmita.

“Alhamdulillah hari ini saya sudah melakukan pertemuan dengan pemerintah desa, BPD, serta para kader dalam rangka peningkatan kapasitas penyusunan dokumen RKPDes 2027,” tambahnya.

Melalui rangkaian road show ini, diharapkan tata kelola pemerintahan desa di seluruh wilayah Pulau Kabaena semakin akuntabel, partisipatif, serta mampu menjawab kebutuhan prioritas masyarakat, khususnya dalam pengentasan stunting dan penguatan ekonomi lokal.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *