KONAWE, rubriksatu.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Konawe mulai memanaskan mesin persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026.
Mengusung target menembus tiga besar klasemen perolehan medali dari 17 kabupaten/kota se-Sultra, KONI Konawe mulai mengintensifkan pembinaan dan pemusatan latihan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor).
Langkah tersebut ditandai dengan dimulainya Training Center (TC) empat cabor pada Minggu (4/10/2026). Keempat cabor tersebut yakni Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), Wushu Indonesia (WI), Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi), serta Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Ketua Umum KONI Konawe, Rusdianto, SE., MM., mengatakan TC menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh atlet yang dipersiapkan untuk Porprov 2026 memiliki kesiapan yang optimal.
Menurutnya, persiapan tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis, tetapi juga kondisi fisik dan mental atlet.
“Semua cabor harus memastikan atlet yang akan diturunkan nanti betul-betul siap, baik secara fisik maupun mental,” ujar Rusdianto saat ditemui usai membuka TC cabang olahraga angkat besi di Kecamatan Anggaberi, Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan TC empat cabor tersebut dilakukan di sejumlah lokasi. Untuk Wushu Indonesia dan Pencak Silat, pemusatan latihan berlangsung di Laika Mbuu. Sementara atlet Sepatu Roda menjalani TC di Inolobunggadue Central Park (ICP) Unaaha.
“Untuk Wushu dan Pencak Silat akan berlangsung di Laika Mbuu, sedangkan Sepatu Roda dilaksanakan di Inolobunggadue Central Park Unaaha,” jelasnya.
KONI Konawe memasang target yang cukup ambisius pada Porprov Sultra 2026. Kontingen Konawe diharapkan mampu menembus posisi tiga besar setelah pada Porprov Sultra 2022 di Kabupaten Buton dan Kota Baubau hanya mampu berada di peringkat kedelapan.

Target tersebut menjadi motivasi bagi KONI Konawe untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memaksimalkan potensi atlet lokal yang akan memperkuat kontingen daerah.
Rusdianto menegaskan, setiap cabor memiliki peran penting dalam upaya mendongkrak perolehan medali Konawe.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah cabang olahraga angkat besi. Pada Porprov 2026, KONI Konawe menyiapkan sebanyak 24 atlet, terdiri dari 12 atlet putra dan 12 atlet putri.
“Angkat besi ini salah satu cabor andalan Konawe untuk mendulang emas di Porprov mendatang,” katanya.
Selain angkat besi, Wushu Indonesia juga dipersiapkan dengan kekuatan 24 atlet yang akan berlaga pada 36 kelas yang dipertandingkan.
Dengan dimulainya TC lebih awal, KONI Konawe berharap para atlet memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kemampuan, membangun kekompakan, sekaligus mematangkan strategi sebelum memasuki arena Porprov Sultra 2026.
Bagi KONI Konawe, target tiga besar bukan sekadar angka di klasemen, tetapi menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah sekaligus membawa nama Konawe bersaing lebih kompetitif di tingkat Sulawesi Tenggara.
Porprov Sultra 2026 pun diharapkan menjadi momentum kebangkitan olahraga Konawe setelah hasil yang belum maksimal pada penyelenggaraan sebelumnya.
Editor Redaksi












