KENDARI, rubriksatu.com – Si jago merah mengamuk di kawasan BTN A99 Corp Land, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (24/8/2026) siang.
Tiga unit basecamp yang digunakan para tukang dilalap api. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp20 juta.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 14.04 WITA. Laporan kebakaran kemudian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari.
Respons cepat dilakukan petugas. Dua unit armada pemadam kebakaran bersama satu unit rescue langsung dikerahkan menuju lokasi.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Publikasi Damkarmat Kota Kendari, Martoyo Awaluddin, mengatakan personel bergerak hanya tiga menit setelah menerima laporan.
“Tim berangkat pukul 14.07 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.19 WITA,” ungkapnya.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati kobaran api masih menyala di area basecamp. Tim langsung melakukan penyemprotan untuk menjinakkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Beruntung, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut,” ucap Martoyo.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kebakaran tersebut berdampak pada tiga warga yang tercatat terdampak, yakni Randy, Bibi Rumato, dan Laode Risalia.
Sementara itu, kerugian material sementara ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta, akibat bangunan basecamp dan sejumlah barang di dalamnya mengalami kerusakan maupun terbakar.
Hingga proses penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendataan dan penyelidikan untuk mengetahui sumber awal munculnya api.
Editor Redaksi












