KONAWE, rubriksatu.com — Semangat masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah terpencil, mendapat apresiasi dari tokoh pemuda Konawe, Syainul Tora, setelah Kecamatan Latoma sukses menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni), Minggu (23/8/2026).
Wakil Ketua KNPI Konawe tersebut menilai terlaksananya Porseni di Kecamatan Latoma merupakan capaian positif. Menurutnya, kegiatan itu tidak sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni, tetapi juga menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam mengisi dan merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Syainul menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri pembukaan Porseni. Ia menilai semangat masyarakat Latoma patut mendapat perhatian karena mampu menyelenggarakan kegiatan secara meriah meski wilayah tersebut menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses infrastruktur.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras panitia, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat. Di tengah keterbatasan wilayah, semangat untuk berkarya, berolahraga, dan menjaga kebersamaan justru semakin membara. Ini bukti bahwa keterbatasan fisik daerah bukan penghalang untuk merayakan Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia,” ujar Syainul.
Menurutnya, Porseni menjadi ruang positif bagi masyarakat untuk mempererat persatuan sekaligus memberikan kesempatan kepada generasi muda menunjukkan bakat dan kreativitas mereka.
Berbagai cabang olahraga dan seni diperlombakan dalam kegiatan tersebut dengan melibatkan pelajar, guru, tenaga medis, penyuluh pertanian, hingga masyarakat umum dari seluruh desa di Kecamatan Latoma.
Syainul yang merupakan mantan Ketua BEM Universitas Lakidende itu menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme warga dalam menyukseskan kegiatan.
Ia juga melihat Porseni memiliki dampak positif terhadap perkembangan potensi anak muda sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Dari kegiatan ini semangat nasionalisme tumbuh, potensi anak muda berkembang, dan pelaku UMKM juga mendapatkan manfaat. Ini yang harus kita dukung bersama,” katanya.
Syainul berharap Porseni tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia mendorong agar kegiatan tersebut menjadi salah satu wadah berkelanjutan untuk menggali dan mengembangkan bakat generasi muda di Kecamatan Latoma.
Menurutnya, potensi anak muda di wilayah pedalaman tidak kalah dengan mereka yang berada di kawasan perkotaan. Karena itu, dukungan fasilitas menjadi hal penting agar bakat tersebut dapat berkembang secara maksimal.
“Pemerintah daerah harus melihat potensi anak muda di wilayah pedalaman. Mereka memiliki semangat dan kemampuan, tetapi tentu membutuhkan fasilitas penunjang agar bakatnya bisa berkembang,” jelasnya.
Syainul juga berharap pelaksanaan Porseni di Latoma menjadi momentum bagi pemerintah Kabupaten Konawe untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kepemudaan, olahraga, seni, dan kegiatan masyarakat di wilayah pedalaman.
Ia menilai pemerataan pembangunan tidak hanya menyangkut infrastruktur dasar, tetapi juga bagaimana pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan kreativitas.
Di sisi lain, Syainul menyayangkan tidak hadirnya pimpinan daerah dalam pembukaan Porseni tersebut.
“Sangat disayangkan, pada acara pembukaan ini tidak ada satu pun pimpinan daerah yang hadir menyaksikan kegembiraan masyarakat Kecamatan Latoma dalam merayakan HUT RI ke-81 tahun. Bupati maupun Wakil Bupati kompak absen,” pungkasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa ketidakhadiran pimpinan daerah tidak mengurangi semangat masyarakat Latoma dalam menyukseskan kegiatan.
Bagi Syainul, keberhasilan pelaksanaan Porseni tersebut justru menunjukkan bahwa semangat pemuda dan masyarakat di daerah terpencil tetap hidup dan mampu menjadi kekuatan dalam merayakan kemerdekaan sekaligus membangun kebersamaan.
Editor Redaksi












