KONAWE, rubriksatu.com – Tanggul penahan air di Desa Barowila, Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dilaporkan jebol akibat tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Akibat peristiwa itu, ratusan hektare lahan persawahan milik warga terendam banjir. Beruntung, sebagian besar petani disebut telah menyelesaikan masa panen sebelum air meluap ke area persawahan.
Kepala Desa Barowila, Eka Safitri, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan tanggul jebol setelah debit air sungai meningkat drastis akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah itu.
“Iya benar, ada tanggul di Barowila yang jebol dan merendam ratusan hektare sawah warga,” ujar Eka Safitri saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, titik tanggul yang jebol berada di aliran Sungai Barowila, tepatnya di sambungan sungai dekat Jembatan Barowila.
“Yang jebol satu titik, di Sungai Barowila, sambungannya dekat Jembatan Barowila,” jelasnya.
Eka menambahkan, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi tanggul yang rusak.
“Baru-baru ini pihak BWS datang mengecek tanggul yang jebol,” katanya.
Pemerintah desa berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait agar penanganan tanggul segera dilakukan. Hal itu dinilai penting untuk mencegah dampak yang lebih besar apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Mudah-mudahan cepat ada gerakan dari pemerintah daerah,” pungkasnya.
Editor Redaksi






