KENDARI, rubriksatu.com – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali mengambil peran strategis dalam mendorong diskursus publik dengan menggelar “JMSI Sultra Talk Bincang Ekonomi”, sebuah forum yang akan mengupas kondisi riil serta tantangan perekonomian daerah.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang temu lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), guna membangun sinergi konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi Sultra.
Ketua JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, menegaskan bahwa forum ini merupakan kelanjutan dari JMSI Talk sebelumnya yang menitikberatkan pada isu media dan ekosistem digital.
“Jika sebelumnya kami fokus pada isu media siber, kali ini kami menggeser perhatian pada persoalan ekonomi daerah yang lebih aktual dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Sejumlah pemangku kepentingan dijadwalkan hadir sebagai narasumber, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Sultra, Gubernur Sultra, Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Bank Sultra, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra.
Tak hanya itu, unsur dunia usaha seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Sultra dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia juga akan dilibatkan bersama para pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Ketua panitia, Mirkas, menambahkan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada forum diskusi semata. Panitia juga menyiapkan mini pameran UMKM sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal.
“Melalui pameran ini, pelaku UMKM tidak hanya mempromosikan, tetapi juga bisa langsung menjual produknya kepada pengunjung. Ini bagian dari upaya konkret mendorong perputaran ekonomi,” jelasnya usai rapat kepanitiaan, Sabtu (11/4/2026).
Rencananya, JMSI Sultra Talk Bincang Ekonomi akan digelar pada 22 Juni 2026. Panitia berharap forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi seremonial, melainkan mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat daya tahan serta pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara di tengah berbagai tantangan yang ada.
Editor Redaksi












