Jembatan Digital dari Tambang: Internet Gratis Hidupkan Sekolah dan Desa di Routa

KONAWE, rubriksatu.com – Jarak lebih dari 300 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, selama bertahun-tahun menjadi tantangan besar bagi warga Desa Lalomerui, Kecamatan Routa. Desa yang berada di wilayah paling utara Konawe ini dikenal sebagai daerah dengan keterbatasan akses dan infrastruktur.

Namun kini, keterisolasian itu perlahan terurai. Hadirnya “jembatan digital” berupa layanan internet desa gratis di kantor desa dan sejumlah sekolah telah membuka akses baru bagi masyarakat. Program ini terwujud melalui inisiatif pemberdayaan “SCM Peduli” dari PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM).

Program tersebut tidak sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi menjadi langkah strategis untuk membuka wawasan, memperluas akses informasi, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Kehadiran internet di Desa Lalomerui merupakan hasil kolaborasi PT SCM dengan PLN Icon Plus SBU Sulawesi dan Indonesia Bagian Timur. Pengerjaan proyek dimulai sejak awal Januari 2026 dengan penarikan jaringan kabel serat optik (fiber optic) yang harus menembus medan berat khas Kecamatan Routa.

Dalam kerja sama tersebut, PLN Icon Plus menyediakan infrastruktur tiang dan jaringan dari simpang jalan provinsi hingga Kecamatan Routa. Sementara itu, tim IT PT SCM memastikan distribusi jaringan menjangkau titik-titik vital di desa. Dengan kapasitas bandwidth mencapai 200 Mbps, koneksi internet ini dinilai cukup stabil untuk mendukung aktivitas berat, mulai dari konferensi video hingga akses server kementerian yang sebelumnya sulit dilakukan.

Sektor pendidikan menjadi salah satu penerima manfaat paling signifikan. Selama ini, guru di SD Negeri Lalomerui dan SMP Negeri 2 Routa harus menempuh perjalanan berjam-jam ke ibu kota kabupaten hanya untuk mengirim laporan administrasi atau memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Kepala SMPN 2 Routa, Imran, menyebut kehadiran internet sebagai titik balik bagi proses belajar-mengajar di sekolahnya.

“Selama ini media pembelajaran digital praktis tidak berfungsi karena membutuhkan koneksi ke server pusat. Dengan adanya wifi gratis dari PT SCM, sumber belajar yang sebelumnya mati suri kini bisa dimanfaatkan maksimal. Ini menjadi lonjakan motivasi besar bagi siswa,” ujarnya.

Imran juga menyoroti pelaksanaan Asesmen Nasional yang selama ini menjadi tantangan tersendiri.

“Tahun-tahun sebelumnya, siswa kami harus mengungsi ke pusat kabupaten hanya untuk mengikuti ujian. Tahun ini, kami bangga bisa melaksanakan Asesmen Nasional secara mandiri di sekolah sendiri,” tegasnya.

Pemerintah Desa Lalomerui menilai perluasan akses internet ini berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat relasi harmonis antara warga dan perusahaan di wilayah lingkar tambang.

Kepala Desa Lalomerui, Taksir Unggahi, berharap teknologi digital dapat membuka peluang baru bagi warga.

“Kami berharap internet ini membawa wawasan dan peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, termasuk dalam pengembangan usaha berbasis digital,” ujarnya optimistis.

Di sisi lain, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT SCM, Didik Fotunadi, mengingatkan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak.

“Internet itu seperti pedang bermata dua. Ia mempermudah akses informasi, tetapi juga membawa pengaruh dari luar. Kami berharap fasilitas ini dijaga dan digunakan secara positif dengan pendampingan guru dan orang tua,” pesannya saat peresmian program Internet Desa di Kantor Community Affairs PT SCM, Desa Lalomerui.

Program Internet Desa ini resmi diserahterimakan pada 4 Februari 2026 melalui penandatanganan berita acara di Kantor Perwakilan Community Affairs PT SCM. Usai prosesi tersebut, manajemen PT SCM bersama perwakilan PT Merdeka Battery Minerals dan tim PLN Icon Plus meninjau langsung fasilitas penerima manfaat.

Rombongan mengecek titik pemasangan di Kantor Desa Lalomerui, SDN Lalomerui, hingga SMPN 2 Routa. Tim teknis memastikan kekuatan sinyal, fungsi perangkat router, serta instalasi kabel telah memenuhi standar keamanan.

Kegiatan ini turut dihadiri manajemen PT SCM Site Konawe, jajaran guru SDN Lalomerui yang dipimpin Ramlin, S.Pd., serta tokoh masyarakat setempat. Dengan beroperasinya fasilitas ini, Desa Lalomerui resmi memasuki era digital membuktikan bahwa meski berada di balik bukit dan hutan Konawe, cahaya kemajuan tetap mampu menjangkau hingga ke ruang kelas.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI