Serap Aspirasi di Tiga Kecamatan, Muhammad Wadio Kawal Kebutuhan Warga Konawe IV

KONAWE, rubriksatu.com – Anggota DPRD Kabupaten Konawe, H. Muhammad Wadio, menutup rangkaian Reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Desa Puuroda Jaya, Kecamatan Uepai, Kamis (13/2/2026).

Dalam rangkaian reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Konawe IV, mayoritas aspirasi masyarakat yang diserap berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur dan layanan dasar, mulai dari akses jalan, air bersih, kesehatan, pendidikan, hingga jaringan telekomunikasi.

Reses II Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak oleh 30 anggota DPRD Konawe sejak Senin (9/2/2026). Sebagai legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Muhammad Wadio menyambangi lima titik reses yang tersebar di Kecamatan Onembute, Puriala, dan Uepai.

Reses merupakan masa di mana pimpinan dan anggota DPRD bekerja di luar gedung parlemen untuk menemui konstituen di daerah pemilihan masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring, menampung, dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, yang selanjutnya dirumuskan menjadi pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.

 

Di Desa Tawapandere, Kecamatan Onembute, warga mengeluhkan keterbatasan stok obat-obatan di puskesmas setempat. Selain itu, masyarakat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah mengusulkan program beasiswa pendidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Persoalan tata ruang juga menjadi perhatian, di mana sebagian permukiman warga masih berada dalam kawasan hutan. Warga turut mengusulkan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) guna mendukung aktivitas pertanian.

Sementara di Desa Ahuawali, Kecamatan Puriala, masyarakat mengusulkan penyediaan air bersih dari sumber mata air pegunungan yang membutuhkan dukungan jaringan pipa distribusi. Aspirasi terkait beasiswa pendidikan juga kembali disuarakan.

Di Desa Tanggodipo, Kecamatan Uepai, warga memprioritaskan usulan pengaspalan lorong penghubung Desa Tanggodipo–Tawamelewe, serta bantuan ternak sapi untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Adapun di Desa Anggawo, Kecamatan Uepai, masyarakat mendesak pembangunan jembatan semi permanen penghubung Desa Tamesandi–Anggawo guna memperlancar mobilitas warga. Aspirasi lainnya meliputi peningkatan Jalan Usaha Tani, pengadaan bibit sawit dan kakao, serta penguatan jaringan telekomunikasi dan internet.

Menutup rangkaian reses di Desa Puuroda Jaya, warga mengusulkan peningkatan dan pengaspalan jalan, pembangunan talud atau penguatan tebing di wilayah rawan longsor, serta penguatan jaringan telekomunikasi. Minimnya pasokan air bersih juga menjadi keluhan utama sehingga dibutuhkan pemanfaatan sumber mata air pegunungan secara optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Muhammad Wadio menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh usulan masyarakat agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Seluruh aspirasi kami tampung dan akan diperjuangkan agar dapat direalisasikan. Tentu yang menjadi prioritas adalah program-program yang paling mendesak dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa meskipun dalam mekanisme pokok-pokok pikiran DPRD setiap titik reses dibatasi satu usulan program, pihaknya tetap akan mendorong seluruh aspirasi untuk dibahas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Semua usulan akan kita dorong dan bahas lebih lanjut dengan OPD teknis agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” tegasnya.

Dengan berakhirnya rangkaian Reses II di Dapil Konawe IV, Wadio berharap aspirasi masyarakat dapat menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan ke depan, khususnya pada sektor infrastruktur dasar, layanan kesehatan, pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat pedesaan.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *