KONAWE, rubriksatu.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Kristian Tandabioh, S.H., M.AP., menghadiri sekaligus memberikan pandangan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Konawe, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini membahas rencana pembentukan Tim Terpadu Unit Pelaksana Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke tingkat desa, sebagai langkah strategis memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Kabupaten Konawe.
Kristian Tandabioh hadir mewakili DPRD Konawe dan menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemerintah Daerah bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Konawe dalam membangun sistem pencegahan dan penindakan narkoba yang lebih terstruktur dan masif.
Menurutnya, penguatan peran desa menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Konawe.
“Langkah pembentukan tim terpadu hingga ke tingkat desa sangat tepat. Desa adalah garda terdepan dalam mengawasi, mendeteksi, dan mencegah peredaran narkoba di masyarakat,” ujar Kristian.
Ia menegaskan bahwa upaya pemberantasan narkoba saat ini tidak cukup hanya mengandalkan sosialisasi dan imbauan, tetapi juga membutuhkan tindakan nyata dan terukur di lapangan.
“Data yang ada menunjukkan peredaran narkoba terbesar berada di kawasan lingkar pertambangan. Jika sudah ditemukan sampel dan bukti di lapangan, maka dapat ditelusuri hingga ke akar permasalahan, mulai dari asal barang hingga jaringan pengedarnya,” jelasnya.
Kristian menilai, berbagai program sosialisasi pencegahan selama ini telah berjalan, namun perlu diperkuat dengan langkah penindakan yang konsisten agar memberikan efek jera dan hasil nyata.
“Pencegahan dan sosialisasi sudah lama dilakukan. Sekarang yang dibutuhkan adalah penguatan tindakan di lapangan agar upaya pemberantasan narkoba benar-benar berdampak,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya dukungan anggaran dalam merealisasikan program P4GN secara optimal. DPRD Konawe, kata dia, siap memberikan dukungan dari sisi regulasi maupun penganggaran agar program ini berjalan berkelanjutan.
“Memang tantangan utamanya adalah anggaran. Namun DPRD Konawe siap mendukung penuh, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, agar program pemberantasan narkoba dapat berjalan maksimal dan berkesinambungan,” pungkas Kristian.
Melalui FGD ini, diharapkan terbentuk sinergi kuat antara DPRD, Pemerintah Daerah, BNNK, serta seluruh elemen masyarakat hingga tingkat desa, dalam mewujudkan Konawe yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Editor Redaksi










