KONAWE, rubriksatu.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, mengimbau para petani untuk menggunakan benih padi bersertifikat guna menjamin kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Imbauan itu disampaikan usai menghadiri panen perdana perbanyakan benih padi sekaligus penyerahan bantuan benih padi gratis kepada kelompok tani di Balai Benih Induk (BBI) Wawotobi, Kelurahan Lalosabila, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Selasa (20/1/2026).
Menurut Gubernur, penggunaan benih bersertifikat menjadi faktor utama dalam meningkatkan hasil panen per hektare. Dengan benih berkualitas, satu hektare lahan sawah dapat menghasilkan hingga delapan sampai sembilan ton gabah.
“Kita harapkan kepada masyarakat agar membeli benih yang bersertifikat. Kalau benihnya bersertifikat, kualitasnya bisa dijamin. Saya tanya, satu hektare sawah yang berkualitas bisa menghasilkan sampai delapan sampai sembilan ton,” ujar Andi Sumangerukka.
Ia memaparkan, luas lahan sawah di Sulawesi Tenggara saat ini tercatat sekitar 133 ribu hektare. Jika seluruh lahan tersebut dikelola menggunakan benih berkualitas dengan rata-rata produksi delapan ton per hektare, maka total produksi padi berpotensi menembus angka lebih dari satu juta ton.
“Bayangkan saja kalau lompatan produksinya seperti itu. Dari 133 ribu hektare dikali delapan ton, maka target satu juta ton bisa tercapai. Itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa,” ucapnya.
Gubernur menegaskan, untuk mencapai target tersebut, perhatian utama harus difokuskan pada kualitas benih sejak awal masa tanam. Dengan benih yang terjamin, hasil panen petani diyakini akan lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain itu, Andi Sumangerukka juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur membeli benih secara daring (online). Menurutnya, meskipun terlihat praktis, pembelian benih secara online belum tentu lebih murah dan kualitasnya juga tidak selalu terjamin.
“Kita imbau masyarakat jangan terpengaruh dengan online. Sekarang ini online dianggap cepat, padahal sebenarnya kita juga cepat, bahkan lebih murah. Tadi saya tanyakan, keuntungannya bisa sampai sekitar Rp750 per kilogram, sedangkan beli online bisa lebih mahal dan belum tentu cepat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan mekanisme distribusi benih yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau untuk membantu petani memperoleh benih berkualitas.
“Oleh karena itu, manfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah dan jangan tergiur dengan penawaran online yang belum tentu terjamin mutunya. Ini untuk memudahkan masyarakat,” pungkasnya.
Editor Redaksi







