Polemik Sekam Padi di Lalohao: Pengusaha Penggilingan Klaim Hanya Antar, Bukan Membakar

KONAWE, rubriksatu.com Pemilik penggilingan padi di Desa Lalohao, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, akhirnya angkat bicara terkait polemik pembakaran tumpukan sekam padi di pinggir saluran irigasi yang sebelumnya dikeluhkan warga.

Keluhan masyarakat mencuat setelah sekam padi ditumpuk di tepi saluran irigasi lalu dibakar, sehingga menimbulkan asap tebal yang menyebar ke permukiman dan memicu kekhawatiran dampak kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, H. Amir selaku pemilik penggilingan padi menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan pembakaran sekam sebagaimana yang ditudingkan.

“Sekam padi memang dibawa ke lokasi itu, tapi atas permintaan pemilik lahan. Kami hanya mengantar,” ujar H. Amir saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).

Ia menjelaskan, sekam tersebut diminta oleh pemilik lahan untuk dimanfaatkan sebagai bahan kompos pertanian. Karena itu, pihak penggilingan memenuhi permintaan tersebut dengan mengantar sekam ke lokasi dimaksud.

“Pemilik lahan bilang akan memanfaatkan sekam untuk pupuk kompos tanaman sayur. Jadi kami bantu antar ke sana,” jelasnya.

Terkait pembakaran yang menimbulkan asap, H. Amir menegaskan bahwa hal tersebut bukan dilakukan oleh pihak penggilingan.

“Yang membakar sekam itu bukan dari pihak kami. Setelah diantar, pengelolaannya sudah menjadi tanggung jawab pemilik lahan,” tegasnya.

Meski demikian, polemik ini tetap memunculkan harapan warga agar ke depan tidak ada lagi pembuangan limbah pertanian di sekitar saluran irigasi yang dapat mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Warga juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe untuk melakukan verifikasi lapangan guna memastikan tidak ada praktik pembakaran terbuka yang melanggar ketentuan lingkungan.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *