KONAWE, rubriksatu.com – Program pembinaan kemandirian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Unaaha kembali menunjukkan hasil. Sebanyak 500 kilogram ikan lele berhasil dipanen dari Kolam Keramba Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Unaaha, Jumat (2/10/2026).
Hasil panen tersebut berasal dari sekitar 6.000 ekor bibit lele yang sebelumnya ditebar pada 19 Juli 2026. Dalam proses budidayanya, sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilibatkan secara langsung, mulai dari pemeliharaan hingga proses panen.
Kepala Rutan Kelas IIB Unaaha, Nurhadi, mengatakan penebaran bibit dilakukan dengan melibatkan WBP sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian.
“Kami lepas bibit itu di 19 Juli 2026 dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP), yakni Sudirman, Ijong dan Gama,” ungkap Nurhadi.
Menurutnya, budidaya ikan lele di Kolam Keramba SAE merupakan salah satu bentuk kegiatan produktif yang dikembangkan Rutan Unaaha untuk memberikan keterampilan sekaligus pengalaman kerja kepada warga binaan.
Selama proses budidaya, WBP terlibat dalam pemeliharaan ikan, pemberian pakan, pengawasan pertumbuhan, hingga perawatan kolam secara rutin.

Dari 6.000 ekor bibit yang ditebar, budidaya tersebut menghasilkan sekitar 500 kilogram ikan lele saat dilakukan panen.
Nurhadi menjelaskan, pemanfaatan lahan melalui kegiatan perikanan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan nilai ekonomi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan agar WBP memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Keberhasilan panen 500 kilogram lele tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari pengembangan program pembinaan kemandirian di Rutan Kelas IIB Unaaha.
Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pemanfaatan lahan dan sarana yang tersedia secara produktif, sekaligus memberikan ruang bagi WBP untuk belajar bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab.
Melalui program tersebut, Rutan Unaaha berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi modal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Budidaya ikan lele di Kolam Keramba SAE pun menjadi salah satu contoh bagaimana kegiatan pembinaan dapat diarahkan tidak hanya pada aktivitas selama berada di dalam Rutan, tetapi juga pada pembentukan keterampilan dan kemandirian WBP untuk kehidupan setelah masa pembinaan.
Editor Redaksi






