KOLTIM, rubriksatu.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Lapangan Ex-MTQ Kota Kendari, Senin (27/4/2026).
Namun, kehadiran tersebut tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi momentum refleksi atas capaian dan tantangan pembangunan daerah yang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Rombongan Pemda Koltim dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Koltim, H. Yosep Sahaka, bersama Sekretaris Daerah Rismanto Runda dan jajaran pejabat daerah, sebagai simbol komitmen dalam memperkuat sinergi antarwilayah di Sulawesi Tenggara.
Upacara yang dipimpin Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, itu mengusung tema “Harmoni Sultra”—sebuah konsep yang dinilai tidak boleh berhenti pada jargon, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang adil dan pembangunan yang merata.
Momentum HUT kali ini juga dirangkaikan dengan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Semarak Dirgantara dalam rangka Hari Jadi ke-80 TNI Angkatan Udara. Namun di balik kemeriahan tersebut, pesan penting yang mengemuka adalah perlunya memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan di daerah.
Dalam amanatnya, Gubernur Andi Sumangerukka mengakui bahwa perjalanan 62 tahun Sultra bukan tanpa tantangan. Berbagai capaian pembangunan, menurutnya, merupakan hasil kerja panjang lintas generasi, namun masih menyisakan persoalan klasik yang harus diselesaikan secara serius.
“Potensi daerah kita besar, tetapi tantangan kita juga tidak kecil. Kuncinya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara optimal dan tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak,” tegasnya.
Pernyataan tersebut secara tidak langsung menjadi pengingat bahwa isu ketimpangan pembangunan dan pengelolaan sumber daya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan di Sulawesi Tenggara.
Tema “Harmoni Sultra” sendiri menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Tanpa itu, harmoni berisiko menjadi sekadar narasi simbolik tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang mengangkat tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” juga menjadi sorotan penting. Otonomi daerah, yang sejatinya memberi kewenangan luas bagi daerah, dituntut untuk tidak hanya menghasilkan program administratif, tetapi mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Gubernur juga menekankan bahwa kemandirian daerah harus dibarengi dengan akuntabilitas dan transparansi, terutama dalam pengelolaan sumber daya dan anggaran.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan kehadiran unsur TNI Angkatan Udara melalui kegiatan Dirgantara, yang tidak hanya bersifat hiburan tetapi juga edukasi kepada masyarakat terkait dunia kedirgantaraan dan pertahanan udara.
Sejumlah pejabat tinggi turut hadir, termasuk Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, jajaran Forkopimda, anggota DPR RI dan DPD RI, serta para kepala daerah se-Sultra.
Bagi Pemda Koltim, momentum ini menjadi pengingat bahwa sinergi antar daerah bukan sekadar formalitas, tetapi kebutuhan nyata dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan, mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga kesejahteraan masyarakat.
Dengan usia ke-62 tahun, Sulawesi Tenggara dihadapkan pada pilihan: melanjutkan pola pembangunan yang seremonial, atau bertransformasi menuju tata kelola yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berorientasi pada hasil.
“Dirgahayu Sulawesi Tenggara, produktif untuk sejahtera,” tutup Gubernur.
Editor Redaksi






