KONAWE, rubriksatu.com — Gerak cepat ditunjukkan jajaran Polres Konawe dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda perkebunan warga di Desa Amesiu, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Minggu (23/8/2026).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.25 Wita itu menghanguskan lahan perkebunan milik warga, Darsono dan Pit Supu, di belakang PJR 1 Desa Amesiu. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 2 hektare.
Respons awal dilakukan Kapolsek Pondidaha IPTU Amar Asran, S.H. bersama personelnya yang saat itu tengah melaksanakan patroli di wilayah rawan Karhutla.
Begitu menemukan titik api, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Konawe.
Penanganan kebakaran kemudian mendapat perhatian langsung dari Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si. Kapolres bersama Kasat Intelkam Polres Konawe IPTU Hamsar, S.H., turun langsung ke lokasi untuk memantau titik-titik api sekaligus membantu proses pemadaman.
Kapolres dan jajarannya bergabung bersama personel Polsek Pondidaha serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi untuk mengendalikan kobaran api.
Untuk mempercepat proses pemadaman, mobil Water Cannon Polres Konawe dikerahkan ke lokasi. Sekitar pukul 15.30 Wita, Water Cannon Polres Konawe bersama dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Konawe tiba dan langsung melakukan penyemprotan ke area yang dapat dijangkau.
Tak hanya mengandalkan peralatan pemadam, kekuatan personel juga diperkuat. Kasat Samapta Polres Konawe IPTU Anton Ansar, S.H. bersama personel turut diterjunkan. Personel Rayon Polsek Wawotobi juga dikerahkan untuk membantu pemadaman sekaligus mengamankan area sekitar lokasi.
Sinergi antara jajaran Polres Konawe, Polsek Pondidaha, Rayon Polsek Wawotobi, petugas Damkar, dan masyarakat akhirnya membuahkan hasil.
Sekitar pukul 17.30 Wita, kobaran api berhasil dipadamkan.
Meski api telah berhasil dijinakkan, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca yang panas serta hembusan angin cukup kencang di wilayah tersebut.
Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono mengapresiasi gerak cepat seluruh personel dan pihak terkait dalam menangani Karhutla tersebut.
Menurutnya, penanganan kebakaran lahan membutuhkan kecepatan, kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang seperti saat ini,” ujar Edi.
Polres Konawe juga terus meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla. Upaya tersebut dilakukan untuk mendeteksi titik api sedini mungkin sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Turunnya langsung Kapolres Konawe bersama jajaran dan dikerahkannya Water Cannon Polres Konawe menjadi bagian dari respons cepat kepolisian dalam menghadapi bencana kebakaran yang mengancam lahan masyarakat.
Kehadiran aparat bersama petugas pemadam dan warga di lokasi juga menunjukkan pentingnya sinergi dalam menangani Karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
Editor Redaksi









