Babinsa Jadi Korban Pengeroyokan di Buton, Pelaku Diduga Bertindak Terorganisir

BUTON, rubriksatu.com – Seorang anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa di wilayah Koramil Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal.

Peristiwa tersebut terjadi di jalan poros Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori. Korban berinisial A kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Kapontori.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh jajaran Satreskrim Polres Buton dengan melakukan serangkaian penyelidikan.

Dari hasil pengembangan, polisi berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku masing-masing berinisial MAF (18) dan FS (20) pada Rabu (1/4/2026) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, mengungkapkan bahwa kedua pelaku telah mengakui keterlibatan mereka dalam aksi pengeroyokan tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mereka mengaku turut melakukan penganiayaan. Saat ini kasus masih kami kembangkan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia juga menyebut, kedua terduga pelaku sebelumnya telah diamankan oleh personel Kodim 1413 Buton sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

Lebih lanjut, polisi masih mendalami dugaan adanya pihak lain yang terlibat, termasuk kemungkinan adanya seseorang yang memerintahkan aksi tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban tengah mengatur jalannya hiburan masyarakat menggunakan pengeras suara. Saat itu, korban mengumumkan bahwa kegiatan joget akan segera dihentikan untuk menghindari potensi keributan.

Namun, situasi berubah ketika korban hendak meninggalkan lokasi. Ia didatangi seorang pria yang menanyakan sesuatu, meski korban mengaku tidak mengenalnya.

Tak lama kemudian, dua orang lainnya datang menggunakan sepeda motor dan langsung menghampiri korban. Insiden pun terjadi, di mana korban mengalami serangan secara tiba-tiba dari beberapa orang.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka dan kini tengah menjalani penanganan.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *