WAKATOBI, rubriksatu.com – Aksi kekerasan brutal yang diduga dilakukan oleh seorang pria dengan gangguan kejiwaan menggemparkan warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (27/3/2026).
Seorang warga bernama La Mandi tewas setelah mengalami luka parah akibat serangan senjata tajam dalam insiden yang terjadi secara tiba-tiba di kawasan permukiman hingga kebun warga.
Peristiwa berdarah itu berlangsung cepat dan mengejutkan. Saksi mata, Sufiana, menuturkan dirinya baru saja kembali dari kebun dan sedang beristirahat di rumah saat tiba-tiba terdengar teriakan minta tolong dari arah luar.
“Saya langsung menuju sumber suara. Di sana saya diberi tahu kalau korban sudah dibacok,” ujar Sufiana saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026).
Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka serius di bagian perut dan lengan kiri. Warga sekitar segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke RSUD Kabupaten Wakatobi.
Karena luka yang diderita cukup parah, korban kemudian dirujuk ke RSUD Palagimata, Kota Baubau. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis.
Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Kapolsek Wangi-Wangi Selatan, Iptu Muhammad Darwis, turun langsung mengamankan situasi, termasuk menghalau warga yang sempat berkumpul di lokasi.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing emosi dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Wakatobi, Aiptu Asbar, mengungkapkan bahwa pelaku berhasil diamankan dalam waktu kurang dari empat jam setelah kejadian.
“Situasi sempat memanas karena ada warga yang ingin melakukan tindakan terhadap pelaku, namun berhasil dikendalikan,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan. Meski demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Jenazah korban telah dipulangkan ke Wakatobi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Editor Redaksi







